Opini  

Forum IMPIB Kendari Berlangsung Sesuai Tata Tertib Persidangan Musda

Oleh : Mbossa Barakati

Musyawarah Daerah (Musda)  V Ikatan Mahasiswa Pelajar Indonesia Bombana (IMPIB) Kendari telah di laksanakan di gedung Paramuka Sulawesi Tenggara yang di buka langsung oleh Bupati Bombana Ir. Burhanuddin M.Si.

Belakangan ini, beredar informasi yang menyebutkan bahwa pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) V Ikatan Mahasiswa Pelajar Indonesia Bombana (IMPIB) Kendari yang digelar di Aula Kwarda Provinsi Sulawesi Tenggara, Sabtu (kemarin), terpaksa ditunda karena forum memanas dan terjadi keributan antar peserta. Bahkan, sejumlah pernyataan seolah-olah dikaitkan dengan Ketua Umum IMPIB Kendari, Asri Ainun, yang disebut telah memberikan keterangan resmi atas insiden tersebut.

Namun, penting untuk ditegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan menyesatkan.

Pertama, pada proses pelaksanaan Musda V IMPIB Kendari memang ada sedikit konflik, tetapi konflik tersebut hanya merupakan dinamika yang terjadi dan kegaduhan tersebut terjadi di akibatkan oleh peserta forum yang mencoba menghelai untuk memastikan konflik pada Musda V tidak terjadi secara terus menerus. Setelah itu jalannya forum berjalan dengan lancar, penuh semangat demokratis, dan tetap dalam koridor musyawarah mufakat dan tentunya mengikuti pembahasan tata tertib persidangan pada Pleno I Musda IMPIB yang telah di sepakati forum. Informasi yang menyebutkan adanya kegaduhan di forum serta penundaan acara tidak berdasar dan tidak dapat dibuktikan secara faktual.

Pimpinan Sidang menegaskan bahwa tidak ada sentuhan fisik dalam proses berjalannya forum Musda dan pernyataan ini di perkuat oleh Pimpinan Sidang 2 dan 3

Kedua, pernyataan yang dikaitkan dengan Ketua Umum IMPIB Kendari, Asri Ainun, merupakan kutipan palsu. Tidak pernah ada pernyataan resmi dari beliau yang menyatakan bahwa Musda dipending demi menjaga keamanan atau karena forum tidak kondusif pada proses berjalannya Musda 27 September 2025. Justru sebaliknya, dalam berbagai kesempatan, Asri Ainun menekankan pentingnya menjaga semangat kolektif dalam setiap agenda organisasi, termasuk Musda.

Ketiga, penyebaran informasi semacam ini berpotensi merusak citra organisasi, menurunkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi internal IMPIB, serta menciptakan polarisasi yang tidak perlu di kalangan anggota. Kita perlu mengedepankan etika dalam bermedia, terlebih saat menyampaikan informasi yang menyangkut nama baik organisasi dan individu.

Opini publik harus dibangun berdasarkan fakta, bukan persepsi keliru atau narasi yang sengaja dipelintir untuk kepentingan tertentu. Dalam konteks ini, seluruh elemen organisasi dan masyarakat luas perlu lebih kritis terhadap informasi yang beredar serta menempuh jalur konfirmasi langsung sebelum menyimpulkan atau menyebarkan berita.

Akhir kata, mari bersama-sama menjaga integritas organisasi dengan menolak hoaks dan fitnah. IMPIB Kendari adalah wadah kaderisasi dan perjuangan, bukan tempat untuk menyebarkan kebencian atau memperkeruh suasana. Musda adalah forum tertinggi organisasi yang harus dijaga marwah dan kesuciannya. Kita semua bertanggung jawab untuk memastikan proses itu berlangsung secara adil, terbuka, dan penuh semangat persaudaraan.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »