Opini  

Momentum Hari Jadi, Refleksi untuk Pemerataan Pembangunan Sulawesi Tenggara

Kristian Abil Kornelis menyuarakan kritik soal ketimpangan pembangunan di Sulawesi Tenggara saat ditemui di Kendari.
Kristian Abil Kornelis menyuarakan kritik soal ketimpangan pembangunan di Sulawesi Tenggara saat ditemui di Kendari.

Kendari, perspektifmedia.id — Perayaan hari jadi Sulawesi Tenggara kembali digelar dengan semarak, menampilkan berbagai capaian pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak positif. Di tengah suasana tersebut, muncul ajakan reflektif agar momentum ini juga dimanfaatkan untuk melihat sejauh mana pembangunan telah dirasakan secara merata oleh masyarakat, Senin (27/4/2026).

Melalui pandangannya, Kristian Abil Kornelis, Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI Kendari periode 2025–2027, menilai bahwa peringatan hari jadi tidak hanya menjadi ruang perayaan, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi arah pembangunan ke depan.

“Perayaan ini tentu patut diapresiasi, tetapi akan lebih bermakna jika juga menjadi ruang untuk melihat apakah seluruh masyarakat sudah merasakan manfaat pembangunan secara merata,” ujar Abil.

Secara umum, Sulawesi Tenggara menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Pertumbuhan ekonomi tercatat stabil di kisaran 5 persen dalam beberapa tahun terakhir. Kota Kendari juga terus berkembang, ditandai dengan pembangunan infrastruktur dan meningkatnya aktivitas ekonomi.

Namun demikian, menurut Kristian, masih terdapat beberapa hal yang dapat menjadi perhatian bersama, terutama terkait pemerataan pembangunan antarwilayah. Ia menilai bahwa perbedaan kondisi antara wilayah perkotaan dan daerah kepulauan maupun pedalaman masih perlu mendapatkan perhatian lebih.

Di sektor pendidikan, misalnya, ia melihat adanya perbedaan akses dan fasilitas. Sekolah di wilayah perkotaan cenderung memiliki dukungan yang lebih baik, baik dari sisi tenaga pengajar maupun sarana prasarana. Sementara itu, di beberapa wilayah lain, masih terdapat keterbatasan yang perlu ditangani secara bertahap.

“Kita melihat ada banyak kemajuan, tetapi juga ada ruang untuk perbaikan, terutama agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” katanya.

Selain itu, Kristian juga menyinggung potensi besar Sulawesi Tenggara di sektor sumber daya alam, khususnya pertambangan nikel. Ia menilai sektor ini telah memberikan kontribusi penting bagi perekonomian daerah, namun ke depan perlu terus diupayakan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Potensi yang besar ini tentu menjadi kekuatan bagi daerah. Harapannya, pengelolaannya dapat terus ditingkatkan agar memberikan dampak yang lebih merata, baik secara ekonomi maupun lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan dan keberlanjutan. Oleh karena itu, ia mendorong agar kebijakan pembangunan ke depan semakin inklusif dan menjangkau wilayah-wilayah yang masih membutuhkan perhatian.

Kristian juga menekankan pentingnya peran kritik sebagai bagian dari proses pembangunan. Ia menyebutkan bahwa masukan dari berbagai pihak dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan yang ada.

“Kritik bukan untuk menolak, tetapi sebagai bentuk kepedulian agar pembangunan tetap berada di jalur yang tepat,” katanya.

Ia berharap momentum hari jadi dapat dimanfaatkan sebagai titik refleksi bersama, tidak hanya untuk merayakan capaian, tetapi juga untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan pembangunan yang lebih adil dan merata.

“Dengan bertambahnya usia daerah, kita berharap ada peningkatan dalam kualitas pembangunan, termasuk dalam hal pemerataan dan keadilan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Pewarta: Zull

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »