Perspektifmedia.id || Bombana – Pemerintah Kabupaten Bombana bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggelar rapat paripurna istimewa memperingati 22 tahun usia daerah, meneguhkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal. Acara yang dihadiri para tokoh pejuang pemekaran dan mantan kepala daerah ini berlangsung pada Kamis, 18 Desember 2025, di Gedung Baru DPRD Bombana.
Rapat paripurna pembukaan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Bombana tersebut diwarnai dengan penggunaan busana daerah oleh sejumlah peserta, merefleksikan upaya pelestarian budaya. Dalam pidatonya, Bupati Bombana, Ir. Burhanudin, M.Si, secara langsung mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkan tema peringatan, “Berani Berkarya, Agrominapolitan Berkembang, Bombana Maju”.
“Konsep agrominapolitan bukan sekadar wacana, melainkan berlandaskan pada potensi riil Kabupaten Bombana pada sektor pertanian, perikanan, dan kelautan yang terintegrasi,” tegas Bupati Burhanudin di hadapan para undangan. Ia menekankan bahwa pengelolaan sektor-sektor unggulan secara berkelanjutan diyakini akan menjadi penggerak utama ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.
Momentum HUT ini, lanjutnya, menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan perjalanan panjang daerah otonom sejak dimekarkan. “Berbagai capaian pembangunan hingga saat ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh pejuang pemekaran yang telah meletakkan fondasi,” ujarnya.
Visi ke depan difokuskan pada percepatan pembangunan berbasis konsep tersebut. Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen menjalankan visi “Bombana Berdaya Saing Berbasis Agrominapolitan” untuk lima tahun mendatang. Visi ini dijabarkan ke dalam lima misi pembangunan dan sembilan program prioritas yang dirancang untuk dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga.

“Program-program tersebut mencakup penguatan pembangunan desa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan ekonomi lokal, serta peningkatan infrastruktur dan pelayanan dasar,” jelas Burhanudin. Penajaman prioritas ini dianggap crucial mengingat keterbatasan ruang fiskal yang dihadapi.
Sebagai simbolisasi rasa syukur dan penghargaan, acara juga dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng. Ritual budaya ini sekaligus menjadi ungkapan terima kasih atas peresmian Gedung Baru DPRD Bombana. Diharapkan, sarana baru ini dapat mendukung optimalisasi kinerja dewan dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Pada penutupan rapat, Bupati kembali menekankan pentingnya kolaborasi yang solid antara eksekutif dan legislatif. “Efisiensi anggaran dipandang sebagai sarana untuk menajamkan prioritas pembangunan agar setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya. Prinsip transparansi dan akuntabilitas, menurutnya, harus tetap menjadi panduan utama dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan program.
Sinergi yang erat dinilai kunci untuk mengawal seluruh agenda pembangunan, khususnya dalam mengakselerasi terwujudnya kawasan agrominapolitan yang berkelanjutan. Kehadiran para tokoh pejuang pemekaran dalam acara ini juga memberikan nuansa historis yang dalam, mengingatkan semua pihak pada semangat awal pembentukan kabupaten yang berdaulat.
Peringatan HUT ke-22 ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi diharapkan menjadi titik tolak bagi aksi-aksi kolektif yang lebih konkret. Semangat “Berani Berkarya” yang diusung diharapkan meresap dalam setiap inisiatif pembangunan, mulai dari level pemerintahan hingga komunitas terkecil di desa-desa. Dengan demikian, cita-cita memajukan Bombana dan mensejahterakan rakyatnya dapat diwujudkan secara bertahap dan inklusif.
![]()











