Bombana – Meskipun pemenang tender untuk ruas Jalan Kasipute–Lora–Bambaea telah resmi ditetapkan, realisasi pengerjaan di lapangan hingga saat ini belum juga terlihat. Kondisi ini mendorong Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Mata Oleo (IMPPERMOL) Kendari, Sulawesi Tenggara untuk menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan infrastruktur strategis bernilai anggaran sekitar Rp30,9 miliar tersebut, guna meningkatkan konektivitas, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat.
Status pemenang tender yang sudah diumumkan, namun tidak diikuti dengan awal pengerjaannya, menjadi sorotan utama warga. Ketua IMPPERMOL, Roma Nur, mengatakan bahwa masyarakat Mata Oleo telah bertahun-tahun menunggu pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, ruas Kasipute–Lora–Bambaea merupakan akses vital yang menghubungkan sejumlah wilayah serta menjadi jalur utama bagi aktivitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan kegiatan ekonomi lainnya.
“Kami meminta kepada Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Tenggara agar segera mengeluarkan kontrak karena sudah ada pemenang tender. Harapan kami, proses pembangunan dapat segera berjalan sehingga masyarakat tidak kembali menunggu lebih lama,” ujar Roma Nur.
Roma Nur menambahkan bahwa masyarakat Mata Oleo berharap alokasi anggaran sekitar Rp30,9 miliar yang telah direncanakan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya demi kepentingan masyarakat banyak.
Salah satu tokoh pemuda Kecamatan Mata Oleo, Halik, yang juga menjabat sebagai anggota BPD Desa Lora, menyampaikan bahwa masyarakat sangat menginginkan pembangunan jalan tersebut segera terealisasi. Ia mengingatkan agar kontrak pengerjaan tidak molor dan berpotensi terputus di tengah jalan.
“Masyarakat Mata Oleo hanya menginginkan satu hal, yaitu agar pembangunan jalan ini segera dimulai. Jika ini ditunda, tentu tidak akan maksimal jika waktu pengerjaan dimulai mendekati akhir tahun 2026, akan berpotensi putus kontrak seperti di tahun 2022 lalu. Masyarakat yang menjadi korban. Kasihan kami selaku masyarakat Mata Oleo jika pengerjaan jalan ini putus kontrak dikarenakan melewati tahun. Intinya harus secepatnya dikerjakan,” ujar Halik dengan nada prihatin.
Sementara itu, Rifan, tokoh pemuda Kecamatan Mata Oleo yang juga menjabat sebagai Ketua BPD Desa Pulau Tambako, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung kelancaran pengerjaan jalan di Mata Oleo. Ia menegaskan bahwa pengawalan dari masyarakat akan terus dilakukan agar proses pembangunan berjalan sesuai harapan.
“Kami berharap semua pihak mengedepankan kepentingan masyarakat. Pembangunan jalan Kasipute–Lora–Bambaea merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, kami mendukung agar proses pembangunan dapat segera dilaksanakan. Yang pastinya kami akan mengawal proses pengerjaan jalan,” ujar Rifan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah, IMPPERMOL bersama masyarakat menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Mereka berharap kontrak pekerjaan yang sudah diambang ketetapan pemenang tender ini segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lokasi. Red
![]()











