Perspektifmedia.id, Bombana | Sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bombana bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Sulawesi Tenggara melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi kondisi jalan rusak, titik rawan kecelakaan, serta potensi bencana di sepanjang Jalan Trans Sulawesi yang melintasi wilayah Bombana, Selasa, 11 Maret 2025.
Kegiatan ini juga melibatkan Kantor Manajemen Angkutan (KMA) BPTD Kelas II Sultra serta Jasa Raharja Kanwil Sultra. Tim survei menelusuri jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Bombana dengan Konawe Selatan, Kota Kendari, serta Kolaka untuk mendata ruas jalan yang membutuhkan perbaikan serta rekayasa lalu lintas.
Plt. Kabid Bina Marga Dinas PUPR Bombana, Sukardi, ST, yang memimpin tim survei, mengungkapkan bahwa survei ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. “Banyak ruas jalan yang rusak akibat beban kendaraan berat dan faktor cuaca. Kami juga menemukan beberapa titik rawan kecelakaan yang perlu segera ditangani dengan solusi teknis yang tepat,” ujarnya.
Menurut Sukardi, kondisi jalan yang buruk tidak hanya berisiko bagi keselamatan pengendara, tetapi juga berdampak pada distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, perencanaan perbaikan akan difokuskan pada ruas-ruas dengan tingkat kerusakan paling parah dan berpotensi membahayakan.

Hasil survei awal menunjukkan adanya beberapa titik yang mengalami kerusakan serius, termasuk jalan berlubang, retakan besar, serta drainase yang buruk yang berpotensi menyebabkan banjir saat musim hujan. Selain itu, minimnya rambu peringatan dan kondisi tikungan tajam di beberapa lokasi turut menjadi faktor tingginya angka kecelakaan.
Kepala Dinas PUPR Bombana, Sofian Baco, ST., M.PW., menegaskan bahwa pihaknya akan segera menyusun laporan berdasarkan hasil survei untuk ditindaklanjuti oleh BPJN Sultra serta instansi terkait lainnya. “Inventarisasi ini menjadi dasar dalam menentukan prioritas perbaikan. Kami berharap perbaikan jalan dan rekayasa lalu lintas dapat segera dilakukan guna mengurangi risiko kecelakaan serta memperlancar arus kendaraan,” katanya.
Selain mendata kondisi jalan, tim juga mengevaluasi kelayakan penerangan jalan, keberadaan rambu lalu lintas, serta fasilitas pendukung lainnya. Alternatif jalur evakuasi dan pengalihan arus kendaraan turut dikaji untuk mengantisipasi kondisi darurat, seperti bencana alam atau kecelakaan yang memerlukan respons cepat.
Diharapkan, hasil dari survei ini dapat segera diimplementasikan dalam kebijakan perbaikan infrastruktur yang berkelanjutan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas jalan sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
![]()











