Dinas Pariwisata Bombana Tampilkan Wajah Baru UMKM Lokal di Harmoni Sultra 2026

Suasana stan Kabupaten Bombana pada ajang Harmoni Sultra 2026 di Kota Kendari yang menampilkan produk UMKM, kerajinan lokal, dan potensi industri kreatif daerah sebagai bagian dari promosi pariwisata dan ekonomi kreatif oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Bombana.
Suasana stan Kabupaten Bombana pada ajang Harmoni Sultra 2026 di Kota Kendari yang menampilkan produk UMKM, kerajinan lokal, dan potensi industri kreatif daerah sebagai bagian dari promosi pariwisata dan ekonomi kreatif oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Bombana.

KENDARI, PERSPEKTIFMEDIA.ID – Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana menampilkan wajah baru pengembangan UMKM lokal dan industri kreatif daerah dalam ajang Harmoni Sultra 2026 yang digelar di kawasan Eks MTQ Kota Kendari. Melalui berbagai produk unggulan khas Wonua Bombana, pemerintah daerah menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, Jumat, 24 April 2026.

Keikutsertaan Kabupaten Bombana dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara itu menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekuatan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM, kerajinan tangan, hingga karya busana bermotif khas Bombana.

Stan Bombana tampak ramai dikunjungi masyarakat sejak hari pertama pembukaan. Berbagai produk lokal hasil kreativitas masyarakat dipamerkan, mulai dari olahan hasil pertanian, kerajinan bernilai seni, hingga produk industri kreatif yang mencerminkan identitas budaya daerah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bombana, Anton Ferdinan, mengatakan kehadiran Bombana di Harmoni Sultra 2026 bukan sekadar mengikuti agenda tahunan pemerintah provinsi, tetapi menjadi bagian dari strategi promosi daerah yang lebih luas.

“Pameran Bombana dalam rangkaian acara Harmoni Sultra meliputi pameran potensi sumber daya alam Wonua Bombana, pameran produk UMKM, dan potensi industri Wonua, mulai dari industri kerajinan hingga ragam karya busana dengan berbagai motif Bombana,” ujar Anton Ferdinan.

Menurutnya, sektor UMKM dan ekonomi kreatif kini menjadi salah satu kekuatan baru Bombana dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal agar mampu berkembang dan bersaing di tingkat regional.

Ia menjelaskan, pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal menjadi fokus Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Bombana dalam membangun ekonomi masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Bombana tidak hanya memiliki kekayaan sumber daya alam, tetapi juga sumber daya manusia yang kreatif dan produktif. Ini yang terus kami dorong agar mampu menjadi kekuatan ekonomi baru daerah,” katanya.

Selain memamerkan produk unggulan, stan Bombana juga menghadirkan nuansa budaya lokal melalui desain dekorasi dan tampilan produk yang menggambarkan identitas khas daerah. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Perayaan Harmoni Sultra 2026 sendiri berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Berbagai kegiatan digelar selama acara berlangsung, mulai dari pameran UMKM, pawai budaya, lomba daerah, lulo massal, konser hiburan rakyat, hingga atraksi dirgantara TNI Angkatan Udara.

Ribuan masyarakat memadati kawasan Eks MTQ Kota Kendari untuk menikmati suasana perayaan sekaligus melihat berbagai potensi daerah yang ditampilkan masing-masing peserta.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bombana, partisipasi dalam Harmoni Sultra menjadi langkah penting dalam memperluas promosi daerah, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pemerintah berharap produk-produk lokal Bombana semakin dikenal luas dan mampu membuka peluang pasar yang lebih besar bagi masyarakat.

Keikutsertaan Bombana dalam ajang tersebut sekaligus memperlihatkan arah pembangunan ekonomi daerah yang mulai bergerak menuju penguatan sektor UMKM dan industri kreatif berbasis kearifan lokal.

Dengan semangat kolaborasi dan promosi yang terus diperkuat, Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Bombana optimistis sektor ekonomi kreatif akan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang. (adv)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »