Bombana – Aksi sigap seorang Bhabinkamtibmas bersama aparat dan warga menjadi tumpuan saat banjir merendam dua desa di Kecamatan Tontonunu, Kabupaten Bombana, pada Senin sore, 27 April 2026.
Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 12.30 WITA mengakibatkan akses jalan penghubung Desa Watumelomba dan Desa Tontonunu terhambat genangan air setinggi 60 sentimeter. Tak hanya melumpuhkan jalur transportasi warga, luapan air juga memasuki sekitar 11 rumah di Desa Tontonunu dengan ketinggian rendaman antara 2 hingga 5 sentimeter.
Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Bhabinkamtibmas Kecamatan Tontonunu, Briptu Ayep Alif Pashab, tanpa menunggu instruksi langsung bergerak bersama Babinsa Desa Watumelomba, Babinsa Desa Tontonunu, serta puluhan warga. Mereka bahu-membahu membuka sumbatan saluran air serta menggali jalur darurat agar aliran air lebih cepat mengalir menuju sungai dan laut.
“Kita fokus pada titik-titik genangan yang memutus akses warga. Saya dan rekan-rekan Babinsa berupaya mendorong dan menuntun kendaraan masyarakat yang nekat melintas agar tidak mogok atau terbawa arus. Semua bergerak bersama warga,” ujar Briptu Ayep Alif Pashab di sela-sela upaya penanganan banjir.
Beruntung, intensitas hujan mulai mereda pada pukul 15.00 WITA, sehingga debit air di permukiman dan jalan raya berangsur surut dengan cepat. Tidak ada kepanikan berarti, seluruh warga memilih bertahan dan langsung membersihkan tempat tinggal masing-masing setelah genangan menyusut.
Hingga pukul 17.00 WITA, situasi di dua desa tersebut berangsur normal. Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam musibah ini. Aktivitas warga kini kembali berjalan, menyisakan sisa-sisa lumpur yang tengah dibersihkan secara swadaya oleh masyarakat.
Aparat keamanan setempat mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat cuaca yang masih berpotensi berubah ekstrem.
![]()











