Daerah  

Dari Disiplin ASN hingga OVOP, Ini Arahan Plt Kadis DPMD Bombana di Rapat Evaluasi

Perspektifmedia.id || Bombana – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bombana, Hamlin, memanfaatkan rapat evaluasi program kerja perdananya untuk menyampaikan sejumlah arahan strategis. Arahan itu tidak hanya soal program besar pembangunan desa, tetapi juga menyentuh hal mendasar seperti kedisiplinan aparatur hingga penguatan produk unggulan desa. Rabu 25 Februari 2026

Rapat yang digelar di Aula DPMD Bombana, Rabu siang, dihadiri seluruh jajaran pejabat dan staf di lingkungan dinas tersebut. Hamlin mengawali arahannya dengan menyoroti pentingnya tata kelola internal yang rapi sebagai fondasi utama pelayanan publik.

“Saya minta seluruh pegawai mematuhi jadwal kerja, menjaga kebersihan kantor, dan memperkuat budaya kerja profesional. Lingkungan yang tertib akan melahirkan kinerja yang berkualitas,” ujar Hamlin di hadapan peserta rapat.

Ia menambahkan, pembinaan moral dan spiritual juga tak kalah penting. Hamlin mengajak seluruh pegawai membangun suasana kerja yang religius dan harmonis, termasuk dengan membiasakan salat berjamaah tepat waktu.

Dari sisi kedisiplinan birokrasi, Hamlin memastikan percepatan regulasi desa menjadi prioritas. DPMD Bombana, kata dia, harus memperkuat pendampingan kepada pemerintah desa dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) agar rampung tepat waktu. Pengaturan teknis tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dan Pergantian Antar Waktu (PAW) juga harus diperhatikan agar proses pemerintahan desa berjalan tertib.

“Penataan administrasi aparatur desa juga penting untuk meningkatkan tata kelola yang transparan dan akuntabel,” tegas Hamlin.

Memasuki ranah pemberdayaan, Hamlin menyoroti penguatan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ia meminta pendampingan intensif diberikan agar BUMDes tidak sekadar berdiri, tetapi juga memiliki badan hukum jelas dan mengelola unit usaha produktif.

“Kita ingin BUMDes jadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa,” katanya.

Program unggulan lain yang ditekankan adalah pengembangan One Village One Product (OVOP). Menurut Hamlin, setiap desa di Bombana memiliki potensi yang bisa dikembangkan menjadi produk unggulan bernilai jual tinggi. Lewat OVOP, potensi lokal itu bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

“Potensi desa harus kita dorong. Jangan sampai potensi itu hanya jadi cerita tanpa ada tindak lanjut nyata,” ucapnya.

Rapat evaluasi itu juga membahas program strategis daerah “1 OPD 1 Hektar” yang bertujuan mengoptimalkan lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan warga.

Di akhir arahannya, Hamlin meminta seluruh program dan kegiatan dinas dikomunikasikan secara terbuka kepada publik. Media sosial resmi DPMD Bombana harus aktif digunakan sebagai sarana informasi.

“Publik harus tahu apa yang kita kerjakan. Jangan sampai masyarakat bertanya-tanya, tapi kita diam saja. Manfaatkan medsos secara aktif,” pungkas Hamlin.

Ia berharap, dengan koordinasi internal yang solid dan inovasi berkelanjutan, DPMD Bombana dapat mendorong desa-desa di Bombana semakin maju, mandiri, dan sejahtera. AM (Red).

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »