adv  

Dinas Pariwisata Bombana Perkuat Branding Daerah Lewat Strategi Digital Kreatif

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bombana, Anton Ferdinan saat memaparkan strategi DInas
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bombana, Anton Ferdinan saat memaparkan strategi DInas

BOMBANA, perspektifmedia.id – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bombana mulai memperkuat branding daerah melalui strategi promosi digital kreatif di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Langkah tersebut menjadi fokus utama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bombana, Anton Ferdinan, dalam menjaga sektor pariwisata tetap aktif dan dikenal luas oleh masyarakat, Senin, 23 Februari 2026.

Strategi itu disampaikan Anton Ferdinan saat memimpin rapat internal bersama jajaran Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bombana di hari pertama dirinya berkantor sebagai pelaksana tugas kepala dinas. Dalam arahannya, Anton menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya semangat promosi wisata daerah.

Menurutnya, kondisi tersebut justru harus dijadikan momentum untuk membangun pola promosi baru yang lebih kreatif, efisien, dan mampu menjangkau masyarakat lebih luas melalui platform digital.

“Kita harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Promosi wisata tidak selalu harus menggunakan anggaran besar. Dengan strategi digital yang tepat, promosi bisa jauh lebih luas dan efektif,” ujar Anton Ferdinan.

Ia menjelaskan, Dinas Pariwisata Bombana akan mengoptimalkan penggunaan media sosial sebagai sarana utama memperkenalkan potensi wisata daerah. Tidak hanya mengandalkan akun resmi dinas, seluruh pegawai juga akan dilibatkan untuk ikut mempromosikan destinasi wisata Bombana melalui akun media sosial pribadi masing-masing.

Anton menilai langkah tersebut memiliki potensi besar karena melibatkan kekuatan jaringan digital secara kolektif. Dengan jumlah pegawai sekitar 50 orang, promosi yang dilakukan secara bersamaan diyakini mampu menciptakan jangkauan publik yang luas tanpa memerlukan biaya tambahan.

“Jika seluruh pegawai ikut mempromosikan wisata Bombana di media sosial masing-masing, dampaknya akan sangat besar. Promosi bisa berjalan secara organik dan menjangkau banyak orang,” katanya.

Platform seperti TikTok, Instagram, Facebook, hingga grup WhatsApp disebut menjadi media yang akan dimanfaatkan secara maksimal untuk menampilkan keindahan wisata alam, budaya lokal, kuliner khas, hingga aktivitas masyarakat di Bombana.

Selain promosi melalui akun pribadi pegawai, Dinas Pariwisata Bombana juga memperkuat pengelolaan akun resmi dinas sebagai pusat informasi pariwisata daerah. Konten yang ditampilkan akan dibuat lebih konsisten, informatif, dan menarik agar mampu membangun citra positif Bombana sebagai daerah tujuan wisata.

Anton mengatakan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menjadi alasan utama pentingnya strategi digital diterapkan. Saat ini, kata dia, masyarakat lebih banyak mengenal destinasi wisata melalui konten media sosial dibanding promosi konvensional.

“Sekarang orang mencari referensi wisata lewat media sosial. Karena itu kita harus hadir aktif di ruang digital agar Bombana semakin dikenal,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bombana memiliki banyak potensi wisata yang layak dipromosikan secara lebih luas. Mulai dari wisata pantai, pegunungan, budaya Moronene, hingga destinasi alam di Pulau Kabaena dinilai memiliki daya tarik yang mampu bersaing dengan daerah lain di Sulawesi Tenggara.

Melalui strategi branding digital tersebut, pemerintah daerah berharap minat kunjungan wisatawan ke Bombana terus meningkat. Semakin banyak wisatawan datang, maka dampaknya juga diyakini akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pertumbuhan UMKM, usaha kuliner, penginapan, hingga ekonomi kreatif lokal.

Anton menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk aparatur dinas, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat untuk bersama-sama memperkenalkan Bombana kepada publik.

“Kita ingin membangun rasa bangga terhadap daerah sendiri. Semua bisa ikut menjadi bagian dari promosi wisata Bombana melalui media sosial yang dimiliki,” katanya.

Langkah cepat yang dilakukan Dinas Pariwisata Bombana di awal masa kepemimpinan Anton Ferdinan dinilai menjadi sinyal kuat bahwa sektor pariwisata tetap menjadi perhatian penting pemerintah daerah meski berada di tengah tantangan efisiensi anggaran.

Dengan pendekatan kreatif berbasis teknologi digital, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bombana optimistis branding daerah akan semakin kuat dan mampu memperluas daya tarik wisata Bombana di tingkat regional maupun nasional. (adv)

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »