Bimtek Petugas Informasi Pasar Hortikultura: Dorong Daya Saing Komoditas Regional Sulawesi

Makassar – Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Pelayanan Informasi Pasar (P.I.P.) Komoditas Hortikultura regional Sulawesi. Acara yang berlangsung di Hotel Whiz Prime Hasanuddin, Makassar, dari 2 hingga 4 Oktober 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petugas informasi pasar guna memperkuat daya saing komoditas hortikultura di pasar domestik dan internasional. Selasa (3/10/2024)

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari lima provinsi di Sulawesi, termasuk Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan tuan rumah Sulawesi Selatan. Peserta terdiri dari petugas pelayanan informasi pasar, akademisi, dan pakar hortikultura, dengan narasumber dari Subdirektorat Pemasaran dan Investasi PPHH Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI.

Hortikultura: Komoditas Strategis yang Rentan

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBUN) Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. H. Imran Jausi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini di Sulawesi Selatan. Ia menegaskan pentingnya peran informasi pasar dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat rantai distribusi hortikultura.
“Hortikultura adalah komoditas yang rentan rusak dan memiliki harga fluktuatif. Informasi pasar yang akurat menjadi instrumen penting untuk menjaga keseimbangan harga antarwilayah dan memastikan keuntungan yang adil bagi produsen dan konsumen,” ujar Imran.

Ia juga menyebut bahwa dengan strategi pemasaran yang tepat, produk hortikultura dapat memberikan nilai tambah bagi petani dan memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global.

Peran Strategis Petugas Informasi Pasar

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Hortikultura Dinas TPHBUN Sulawesi Selatan, Ir. Uvan Nurwahidah S., M.P., menyoroti pentingnya peran sumber daya manusia dalam pengelolaan informasi pasar. Menurutnya, petugas informasi pasar adalah kunci keberhasilan dalam menyediakan data yang dapat digunakan oleh pemangku kepentingan untuk menyusun kebijakan strategis.
“Informasi pasar tidak hanya penting bagi petani tetapi juga bagi pemerintah untuk mengambil langkah yang tepat dalam pengelolaan komoditas hortikultura. Petugas P.I.P. adalah ujung tombak dalam memastikan informasi ini tersedia dan akurat,” jelas Uvan.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pusat dan daerah perlu terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas layanan informasi pasar, baik dalam pengumpulan data maupun penyebarannya kepada para pemangku kepentingan.

Peserta dan Agenda Kegiatan

Kegiatan ini diikuti oleh 27 peserta dari lima provinsi di Sulawesi:

  • Sulawesi Selatan: 9 peserta
  • Sulawesi Tengah: 6 peserta
  • Gorontalo: 5 peserta
  • Sulawesi Barat: 4 peserta
  • Sulawesi Tenggara: 3 peserta (termasuk Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Konawe).

Agenda utama meliputi sesi pelatihan teknis, diskusi, dan presentasi dari para ahli yang membahas pengelolaan informasi pasar, strategi pemasaran, dan penguatan rantai distribusi hortikultura.

Harapan untuk Masa Depan

Melalui pelaksanaan Bimtek ini, Kementerian Pertanian berharap para petugas informasi pasar dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilannya dalam mendukung pengembangan komoditas hortikultura.
“Ketersediaan informasi pasar yang akurat akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing hortikultura Indonesia, baik di pasar lokal maupun global,” ujar salah satu narasumber dari Ditjen Hortikultura.

Ke depan, informasi pasar yang dikelola dengan baik diharapkan tidak hanya membantu petani mendapatkan harga yang lebih baik, tetapi juga menciptakan distribusi yang lebih efisien sehingga produk dapat diterima oleh konsumen dengan kualitas terbaik.

Dengan adanya pelatihan ini, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin solid dalam memanfaatkan informasi pasar sebagai dasar untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani hortikultura di seluruh Sulawesi.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »