Bombana – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Bombana menggelar kegiatan Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Akreditasi Perpustakaan Sekolah serta Desa/Kelurahan pada Kamis, 26 September 2024. Acara yang diadakan di Aula Gedung Layanan Perpustakaan ini bertujuan untuk memperkuat peran perpustakaan dalam meningkatkan minat baca serta literasi masyarakat di Kabupaten Bombana.
Sosialisasi tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bombana, Drs. Man Arfa, M.Si. Dalam sambutannya, Sekda menekankan pentingnya kolaborasi antara pengelola perpustakaan, satuan pendidikan, dan masyarakat dalam mengembangkan budaya baca di daerah tersebut. Ia menyatakan bahwa literasi menjadi kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang cerdas dan berdaya saing.
“Saya percaya bahwa budaya baca yang kuat akan membawa dampak positif terhadap kualitas sumber daya manusia kita. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi antara pengelola perpustakaan, sekolah, dan masyarakat untuk memajukan literasi di Kabupaten Bombana,” ujar Drs. Man Arfa, M.Si., dalam sambutannya. Beliau juga menambahkan, “Dengan kolaborasi yang erat, kita akan mampu menciptakan generasi muda yang tidak hanya pintar, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.”
Acara ini dihadiri oleh 25 pengelola perpustakaan dari berbagai institusi, baik dari perpustakaan sekolah maupun desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Bombana. Para peserta mendapatkan materi tentang pentingnya akreditasi perpustakaan, sebuah langkah strategis untuk memastikan kualitas layanan dan koleksi buku yang ada di setiap perpustakaan. Akreditasi ini dianggap sebagai upaya untuk meningkatkan peran perpustakaan dalam mempercepat perkembangan literasi, sehingga dapat menjadi pusat kegiatan belajar yang mendukung pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Dispersip Kabupaten Bombana, dalam kesempatan tersebut, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini menjadi sangat penting untuk mendorong pengelola perpustakaan agar lebih memahami standar akreditasi yang harus dipenuhi. “Akreditasi perpustakaan adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Dengan akreditasi, kita juga bisa memastikan bahwa koleksi buku yang ada relevan dengan kebutuhan pembaca, baik itu di kalangan pelajar maupun masyarakat umum,” kata Kepala Dispersip Bombana.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang prosedur akreditasi serta bagaimana cara mempersiapkan perpustakaan untuk memenuhi persyaratan yang ada. Para peserta juga diajak untuk berdiskusi mengenai tantangan dan solusi yang dihadapi dalam pengelolaan perpustakaan serta bagaimana cara memperkuat budaya baca di masyarakat.
Pada sesi diskusi interaktif, narasumber dan peserta saling berbagi pengalaman mengenai kendala yang sering dihadapi dalam mengembangkan perpustakaan dan memperkenalkan budaya baca. Banyak peserta yang mengungkapkan tantangan dalam meningkatkan minat baca masyarakat, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber bacaan.
Namun, mereka juga menyadari bahwa dengan inovasi dan sinergi antara berbagai pihak, tantangan tersebut dapat diatasi. Beberapa peserta menyarankan agar perpustakaan lebih banyak mengadakan kegiatan yang melibatkan masyarakat, seperti pelatihan literasi digital, kegiatan membaca bersama, atau program pengembangan minat baca lainnya.
Para peserta juga sepakat bahwa peran perpustakaan tidak hanya sebatas tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat informasi dan kegiatan yang mendukung perkembangan sumber daya manusia. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perpustakaan sebagai sarana untuk menambah wawasan dan keterampilan,” ujar salah seorang pengelola perpustakaan sekolah.
Melalui sosialisasi ini, Dispersip Bombana berharap agar perpustakaan di seluruh wilayah Kabupaten Bombana dapat semakin berkembang menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar dan berkarya. Selain itu, mereka juga ingin agar setiap perpustakaan di daerah ini memiliki akreditasi yang baik, guna memastikan kualitas layanan yang optimal bagi masyarakat.
Sebagai penutupan, Kepala Dispersip Bombana mengingatkan agar semua pihak terus berupaya keras untuk mengembangkan literasi di masyarakat. “Perpustakaan harus menjadi pusat kegiatan belajar yang tidak hanya memberikan akses informasi, tetapi juga membentuk budaya baca yang lebih luas. Dengan meningkatkan literasi, kita meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Acara ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik dalam meningkatkan budaya literasi di Kabupaten Bombana, serta memperkuat posisi perpustakaan sebagai salah satu pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi dalam mengembangkan literasi di daerah mereka masing-masing.
![]()











