Cegah Kekerasan Sejak Dini, Polres Bombana dan DP3A Jemput Bola ke Kecamatan Rarowatu

BOMBANA – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bombana bersama Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kabupaten Bombana menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, perempuan, serta tindak pidana perdagangan orang di Kantor Kecamatan Rarowatu, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.

Kegiatan yang mengusung pendekatan langsung kepada para pemangku kebijakan di tingkat kecamatan itu dihadiri oleh Camat Rarowatu, Kanit PPA Satreskrim Polres Bombana AIPTU Erlan, S.H., perwakilan DP3A Kabupaten Bombana, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Rarowatu, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Dalam pemaparannya, Kanit PPA AIPTU Erlan, S.H. menguraikan secara gamblang berbagai bentuk kekerasan yang kerap tidak disadari di lingkungan sekitar, tanda-tanda awal yang patut dicurigai, prosedur pelaporan yang mudah diakses, hingga jaminan perlindungan hukum bagi saksi dan korban. Ia menegaskan bahwa tidak ada celah pembenaran bagi tindak kekerasan dalam bentuk apa pun.

“Setiap warga—terutama anak dan perempuan—berhak hidup aman, dihargai, dan terlindungi sepenuhnya. Kekerasan apa pun tidak beralasan dan ada hukum yang menindaknya. Mari kita peka, peduli, berani melapor, dan jaga lingkungan masing-masing agar bebas dari rasa takut serta bahaya perdagangan orang,” ujar Erlan dengan tegas di hadapan para peserta.

Tak hanya membahas kasus kekerasan domestik, para pemateri juga mengupas tuntas modus-modus baru perdagangan orang yang kini menyasar kelompok rentan melalui pendekatan digital dan iming-iming pekerjaan. Para perangkat desa dan tokoh masyarakat diajak untuk memetakan potensi kerawanan di wilayahnya masing-masing serta menyusun strategi perlindungan berbasis komunitas.

Suasana diskusi berjalan hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar penanganan kasus di pedesaan serta kendala koordinasi antarinstansi. Mereka pun sepakat untuk menyebarluaskan seluruh materi sosialisasi hingga ke tingkat dusun dan rumah tangga agar efek pencegahan dapat dirasakan secara merata.

Camat Rarowatu beserta seluruh peserta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah jemput bola yang dilakukan tim gabungan Polres Bombana dan DP3A. Kehadiran aparat penegak hukum dan dinas sosial langsung di tengah masyarakat dinilai mampu menjembatani kesenjangan informasi sekaligus membangun kepercayaan publik.

Polres Bombana menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor. Pendekatan pencegahan yang humanis dan kehadiran dini dianggap jauh lebih berdampak dibandingkan sekadar tindakan represif. Kepolisian berjanji selalu siap melayani dan melindungi demi mewujudkan Bombana yang aman, damai, dan berkeadilan bagi seluruh warganya. Red

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »