BOMBANA – Suasana kelas di SMA Negeri 03 Kabupaten Bombana berubah menjadi ruang diskusi interaktif pada Senin pagi. Kanit PPA Sat Reskrim Polres Bombana, AIPTU Erlan, S.H., untuk pertama kalinya mengambil peran sebagai “guru satu hari” guna menyampaikan pesan penting tentang pencegahan kekerasan terhadap anak, yang berlangsung pada 18 Agustus 2026.
Kegiatan yang diinisiasi atas undangan Duta Inspirasi Indonesia ini tidak hanya dihadiri oleh AIPTU Erlan selaku narasumber utama, tetapi juga Kepala Sekolah SMA Negeri 03 Bombana serta Annisa Safira, S., yang turut duduk sebagai pembicara pendamping. Seluruh siswa-siswi dari berbagai tingkatan kelas mengikuti sesi dari awal hingga akhir dengan penuh semangat.
Mengusung tema perlindungan anak di lingkungan pendidikan, AIPTU Erlan menyampaikan materi secara menyeluruh mulai dari identifikasi berbagai bentuk perundungan, pengenalan gejala awal korban kekerasan, hingga pemahaman mendasar tentang hak-hak anak yang dilindungi undang-undang. Tidak berhenti di situ, ia juga mengajarkan prosedur melapor yang aman dan cepat agar setiap kasus dapat segera mendapatkan penanganan yang optimal.
“Saya ingin anak-anak semua paham, sekolah ini adalah rumah kedua kalian. Rumah harus aman. Karena itu, jangan biarkan kekerasan fisik maupun ucapan terjadi di sini. Laporkan jika ada yang mengancam kalian, karena diam bukanlah solusi,” tegas AIPTU Erlan di hadapan para pelajar yang menyimak dengan seksama.
Sepanjang sesi berlangsung, terlihat antusiasme tinggi dari para siswa. Mereka tidak hanya pasif mendengar, tetapi aktif mengacungkan tangan untuk bertanya dan berbagi pengalaman dalam sesi diskusi. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya lingkungan sekolah yang aman mulai tertanam kuat di kalangan generasi muda Bombana.
Polres Bombana melalui unit PPA berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program serupa di berbagai sekolah. Kehadiran aparat tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan pelindung bagi anak-anak, memastikan mereka tumbuh dalam suasana yang menghargai hak asasi dan bebas dari ancaman kekerasan di mana pun mereka berada. Red
![]()











