Daerah  

BPBD Bombana Gelar Pelatihan dan Sosialisasi Mitigasi Bencana di Kepulauan Kabaena

Bombana, 17-19 September 2024 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bombana menggelar pelatihan dan sosialisasi mengenai pencegahan dan mitigasi bencana, khususnya di wilayah Kepulauan Kabaena yang memiliki potensi rawan bencana. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat, serta melibatkan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana.

Pelatihan ini diadakan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Kabaena Barat dan Kabaena Timur, pada tanggal 17 dan 19 September 2024. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bombana, Drs. Hasdin Ratta, M.Si, yang juga bertindak sebagai narasumber utama dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Hasdin Ratta menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam penanganan bencana, tidak hanya BPBD, tetapi juga pemerintah daerah, masyarakat, serta dunia usaha.

“Mitigasi bencana adalah tanggung jawab bersama. Tidak hanya BPBD, tetapi juga pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta harus mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing. Hanya dengan koordinasi yang baik kita bisa mengurangi risiko bencana di wilayah kita,” ujar Drs. Hasdin Ratta.

Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 60 peserta yang terdiri dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, serta stakeholder dan pemangku kepentingan lainnya. Para peserta mendapatkan materi tentang pentingnya mitigasi bencana, yang mencakup langkah-langkah pencegahan bencana, kesiapsiagaan, dan cara mengurangi dampak bencana bagi masyarakat.

Salah satu tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai definisi mitigasi bencana dan bagaimana penerapannya di tingkat lokal. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik, diharapkan setiap lapisan masyarakat dapat mengambil tindakan preventif yang efektif untuk mengurangi risiko bencana di wilayah mereka.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat kesadaran bahwa penanggulangan bencana bukan hanya urusan BPBD, tetapi urusan bersama. BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, serta sektor usaha diharapkan dapat saling bersinergi dalam mengambil langkah-langkah preventif dan tanggap darurat saat bencana terjadi.

“Semua pihak harus bekerja sama dalam mengurangi risiko bencana. Ini adalah kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak, bukan hanya BPBD, tetapi juga masyarakat dan dunia usaha,” jelas Hasdin.

Sosialisasi ini juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menghadapi bencana. Di wilayah Kepulauan Kabaena, faktor geografis dan akses yang terbatas menjadi tantangan besar dalam penanggulangan bencana. Untuk itu, penting bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kapasitas mereka dalam merespons bencana dengan lebih cepat dan efektif.

“Kita harus menyadari bahwa ancaman bencana selalu ada, terutama di wilayah-wilayah yang rawan seperti Kabaena. Oleh karena itu, kami ingin memastikan bahwa setiap elemen masyarakat siap dan tahu langkah yang harus diambil saat bencana terjadi,” ungkap Hasdin.

Kegiatan ini juga ditekankan sebagai langkah awal dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang berkelanjutan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bombana turut berperan dalam memberikan materi terkait penguatan kapasitas pemerintah desa dalam menangani bencana. Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat, diharapkan mereka dapat lebih siap dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi.

Pelatihan dan sosialisasi mitigasi bencana ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di masa depan.

BPBD Bombana berkomitmen untuk terus melakukan pelatihan serupa di wilayah lainnya guna memastikan seluruh lapisan masyarakat siap menghadapi bencana. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan sektor lainnya, diharapkan wilayah Kabupaten Bombana dapat mengurangi risiko bencana dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana alam.

“Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dapat memperkuat upaya mitigasi bencana di Bombana. Semoga ke depannya, kita semua semakin siap menghadapi bencana dengan lebih baik,” tutup Hasdin.

Kegiatan pelatihan dan sosialisasi ini menjadi contoh nyata upaya BPBD Kabupaten Bombana dalam memperkuat kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana serta mewujudkan daerah yang lebih tangguh dan siap menghadapi potensi bencana di masa depan.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »