Rumbia, 25 September 2024 – Tenaga Ahli Regional Management Consultant (RMC) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Husniar Saribu, melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bombana pada Rabu (25/09/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk mengkoordinasikan pelaksanaan pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) dalam Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Husniar Saribu, dalam kunjungannya, menyampaikan tentang prosedur pelatihan berbasis LMS yang akan diikuti oleh seluruh Pamong Desa se-Kabupaten Bombana. Pembelajaran ini akan berfokus pada dua bidang penting, yakni keuangan desa dan perencanaan pembangunan desa, yang keduanya merupakan aspek krusial dalam pengelolaan desa yang efisien dan transparan.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Bidang PM) DPMD, Husniar menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Pamong Desa dalam mengelola dan merencanakan keuangan serta pembangunan di tingkat desa. “Pelatihan berbasis LMS ini akan diikuti oleh Pamong Desa untuk bidang keuangan desa dan perencanaan pembangunan desa, dan setiap desa akan menunjuk satu orang sebagai Person In Charge (PIC) yang akan bertanggung jawab dalam mengkoordinir pelatihan di desa masing-masing,” ujar Husniar.
Dia juga menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis LMS ini dirancang agar para peserta dapat mengakses materi pelatihan secara online melalui aplikasi yang telah disediakan oleh Kemendagri. Pelatihan ini diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan dan keterampilan dalam tata kelola desa yang lebih profesional dan berdaya saing.
Lebih lanjut, Husniar mengingatkan agar seluruh Pamong Desa yang akan mengikuti pelatihan ini segera mendaftar dan membuat akun di aplikasi LMS yang telah disediakan. “Nantinya, DPMD Kabupaten Bombana dapat membantu dan mengkoordinir agar peserta pelatihan segera membuat akun dan melakukan pendaftaran pada aplikasi yang telah disediakan Kemendagri,” katanya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPMD Kabupaten Bombana, Asyhadi Asyikin, S.KM, M.Kes, yang hadir mewakili Kepala Dinas PMD, menyambut baik rencana pelaksanaan pelatihan ini. “Kami sangat mengapresiasi adanya program pelatihan berbasis LMS ini, karena akan sangat membantu Pamong Desa dalam meningkatkan kemampuan mereka di bidang keuangan dan perencanaan pembangunan,” ujarnya.
Pelatihan berbasis LMS ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bombana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa. Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas aparatur desa agar lebih kompeten dalam menjalankan tugas mereka, khususnya dalam hal pengelolaan anggaran desa dan perencanaan program pembangunan yang tepat sasaran.
“Dengan pelatihan berbasis LMS, kami berharap Pamong Desa dapat lebih mudah mengakses materi pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, kami juga mengharapkan adanya dampak positif terhadap pengelolaan keuangan dan pembangunan desa yang lebih transparan dan efektif,” tambah Asyhadi.
Melalui program P3PD ini, diharapkan setiap Pamong Desa dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya pengelolaan dana desa yang transparan serta perencanaan pembangunan yang partisipatif. Selain itu, dengan adanya akses mudah terhadap materi pelatihan, proses peningkatan kapasitas di tingkat desa akan semakin terstruktur dan efisien.
Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat menciptakan desa-desa yang lebih maju dan mandiri, dengan Pamong Desa yang mampu merencanakan dan mengelola pembangunan secara lebih baik. “Kami berharap seluruh Pamong Desa dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius, sehingga dapat membawa perubahan positif bagi kemajuan desa-desa di Kabupaten Bombana,” tutup Husniar.
Dengan kerjasama yang solid antara DPMD Kabupaten Bombana dan Kemendagri, serta partisipasi aktif dari Pamong Desa, diharapkan pelatihan berbasis LMS ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam percepatan pembangunan di tingkat desa, sehingga kualitas hidup masyarakat desa semakin meningkat.
![]()











