Kendari – Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana turut berpartisipasi aktif dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Tenggara yang digelar di Hotel Claro, Kota Kendari, pada Selasa (3/12/2024). Acara ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., dan dihadiri oleh Ketua Dekranasda dari 17 kabupaten/kota di wilayah tersebut.
Rakerda kali ini mengusung tema “Bergerak Bersama, Memajukan Kerajinan Sultra” dan bertujuan untuk memperkuat sinergi antar-Dekranasda kabupaten/kota dalam pengembangan kerajinan lokal sekaligus memajukan sektor pariwisata Sulawesi Tenggara.
Ketua Dekranasda Kabupaten Bombana, Ibu Aeni Mutmainnah, S.Pd., MM., yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana, Ibu Anisa Sri Prihatin, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi dalam mempromosikan produk kerajinan daerah, salah satunya adalah kain tenun khas Bombana.
“Kain tenun Bombana tidak hanya menjadi identitas budaya lokal, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendukung sektor ekonomi daerah. Melalui Rakerda ini, kami berharap dapat memperluas jaringan, berbagi pengalaman, dan merumuskan strategi bersama agar kerajinan khas Bombana mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Anisa.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga kesempatan bagi Kabupaten Bombana untuk memamerkan berbagai produk unggulan, seperti kain tenun, anyaman khas, dan kerajinan tangan berbahan dasar alami. Stand pameran Bombana menarik perhatian peserta dengan keunikan produk berbasis kearifan lokal yang ramah lingkungan.
Dalam sambutannya, Sekda Provinsi Sultra, Asrun Lio, menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam meningkatkan daya saing produk lokal. “Kerajinan daerah merupakan representasi budaya yang harus dilestarikan. Dengan inovasi, kerajinan lokal Sultra dapat menjadi komoditas unggulan di pasar global,” ujarnya.
Kabupaten Bombana memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat branding produk kerajinan lokal, terutama kain tenun yang kaya motif dan makna budaya. Kain tenun Bombana diharapkan tidak hanya menjadi produk ekonomi, tetapi juga media untuk memperkenalkan budaya Bombana ke dunia luar.
“Partisipasi kami di Rakerda ini mencerminkan komitmen untuk terus mendukung perkembangan industri kreatif dan sektor pariwisata di Bombana,” tambah Anisa.
Melalui Rakerda ini, Dekranasda Sulawesi Tenggara berupaya merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal. Bombana, sebagai salah satu kabupaten yang aktif mempromosikan produk unggulan, optimistis bahwa keterlibatan dalam kegiatan seperti ini akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat.
“Keikutsertaan kami bukan hanya untuk mengikuti tren, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab kami terhadap pelestarian warisan budaya dan pengembangan potensi lokal,” ujar Anisa.
Rakerda ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berbasis pada kearifan lokal. Bombana, dengan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakatnya, optimistis dapat menjadi salah satu kabupaten terdepan dalam memajukan kerajinan khas Sulawesi Tenggara.
Dengan kolaborasi yang terus terjalin antar-Dekranasda, Bombana berharap dapat memperkuat posisi kerajinan lokal sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif yang mendukung ketahanan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
![]()











