Kendari, perspektifmedia.id – Insiden jatuhnya seorang pengunjung berusia 62 tahun, Laode Muhammad Idris, dari lantai dua gedung Pasar Sentral Kota Kendari beberapa waktu lalu terus menuai kecaman dari berbagai elemen masyarakat.
Lembaga Kajian Pembangunan dan Demokrasi (LKPD) Sulawesi Tenggara, bersama empat lembaga lainnya, yaitu Lembaga Advokasi Kebijakan Publik (Lapak), (LPMP), Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), dan Gerakan Pemuda Al-Washliyah, menggelar aksi protes di Depan Kantor Walikota dan DPRD Kota Kendari.
Direktur LKPD Sultra, Muh. Arham, menyoroti buruknya pengelolaan Pasar Sentral Kendari yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi pedagang dan juga pengunjung.
“Pasar ini sudah lama dikeluhkan masyarakat karena kondisinya kumuh, tidak terawat, dan membahayakan. Insiden ini membuktikan kelalaian yang tidak bisa dibiarkan begitu saja,” tegas Arham, Rabu (22/1).

Arham juga menuding pengelola pasar yang berada di bawah naungan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Kendari telah melanggar berbagai peraturan termasuk UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung Dimana keselamatan dan kenyamanan pengguna adalah prioritas.
“Apa yang terjadi di Pasar Sentral jelas menunjukkan ketidakmampuan pengelola dalam menjalankan tanggung jawabnya,” tambahnya.
Dalam aksi tersebut, LKPD bersama konsorsium menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Mereka meminta agar Pj. Wali Kota Kendari segera mencopot Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM, serta kepala pengelola Pasar Sentral Kendari.
Mereka juga mendesak DPRD Kota Kendari untuk segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) guna mencari solusi atas buruknya pengelolaan pasar, serta meminta Polda Sulawesi Tenggara memproses hukum pengelola pasar yang dinilai lalai dan mengancam keselamatan publik.
“Kami tidak akan tinggal diam. Kejadian ini bukan hanya soal insiden, tetapi juga soal tanggung jawab pemerintah dalam memberikan fasilitas yang layak bagi masyarakat,” ujar Arham menegaskan komitmen LKPD dalam memperjuangkan keselamatan publik.
Insiden ini menjadi pengingat serius bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki kondisi Pasar Sentral Kendari. Masyarakat berharap tuntutan konsorsium dapat segera ditindaklanjuti demi menjamin keselamatan dan kenyamanan semua pihak.
![]()











