Perspektifmedia.id || BOMBANA – Sebanyak 50 personel Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas se-Polres Bombana mengikuti pelatihan budidaya jagung untuk memperkuat peran strategis mereka dalam mendukung ketahanan pangan. Kegiatan yang digelar di Cafe Grend Lampusui, Kamis 20 Februari 2025 ini dibuka langsung oleh Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi, S.I.K., M.I.K., dengan menghadirkan Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Disketapang Bombana, Hasbi, SP., M.M., sebagai narasumber utama.
Pelatihan ini bertujuan membekali anggota polisi yang bertugas di desa (Bhabinkamtibmas) dengan teknik pertanian modern, khususnya budidaya jagung, agar mampu menjadi pendamping masyarakat dalam mengoptimalkan produksi pangan. “Ini langkah konkret Polri untuk turut menjaga stabilitas pangan di tengah tantangan iklim dan ancaman krisis,” tegas AKBP Wisnu Hadi dalam sambutannya.
Hasbi, SP., M.M., memaparkan delapan tahapan kunci budidaya jagung, mulai dari pemilihan varietas unggul hingga penanganan pascapanen. “Pilih varietas tahan kekeringan dan penyakit, seperti jenis jagung hibrida, untuk lahan di Bombana yang sebagian bertekstur masam,” ujarnya.
Penyiapan lahan menjadi sorotan, dengan dua metode utama: Olah Tanah Sempurna (OTS) untuk tanah liat dan Tanpa Olah Tanah (TOT) di musim kemarau. “Penanaman bisa menggunakan pola 70 cm x 20 cm untuk efisiensi lahan,” jelas Hasbi.
Pemupukan menjadi faktor krusial dengan tiga fase aplikasi: 7 HST (Hari Setelah Tanam), 28-30 HST, dan 45-50 HST. “Pupuk kandang wajib diberikan sebagai penutup benih untuk memastikan nutrisi optimal,” tambahnya.
Pelatihan juga mengangkat strategi pengendalian hama dan penyakit, seperti bulai (jamur Peronosclerospora) yang menjadi momok petani. “Benih harus direndam pestisida Ridhomil sebelum tanam. Untuk hama penggerek batang, aplikasi carbofuran di pucuk tanaman,” papar Hasbi.
Persoalan panen saat curah hujan tinggi menjadi bahan diskusi serius. Hasbi mengingatkan: “Kadar air biji jagung harus dijaga di bawah 20%. Jika hujan terus-menerus, pengeringan dengan alat sederhana seperti box dryer wajib dilakukan untuk mencegah busuk.”
Wakapolres Bombana, Kompol Reda Irfanda S.H., S.I.K.,MH. menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar teori. “Bhabinkamtibmas akan turun langsung mendampingi kelompok tani. Kita targetkan 10 hektar lahan percontohan di tiap kecamatan,” ujarnya.
Program ini mendapat apresiasi dari Disketapang Bombana yang menyediakan benih bersubsidi bagi masyarakat. “Sinergi ini akan mempercepat target swasembada pangan di Bombana,” tutur Hasbi.
Kapolres Bombana menutup acara dengan pesan tegas: “Polisi tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga harus menjadi motor penggerak kesejahteraan. Ketahanan pangan adalah pondasi ketahanan nasional.”
Pelatihan diakhiri dengan simulasi pembuatan lubang tanam dan diskusi terbuka, menandai dimulainya program pendampingan bertahap yang akan dipantau hingga panen perdana September 2025 mendatang.
Pewarta Abdul Muis
Editor Redaksi
![]()











