Daerah  

Pemkab Bombana Gelar Pasar Murah di Dua Kecamatan Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan

Perspektifmedia.id || BOMBANA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM menggelar pasar murah di Kecamatan Rarowatu Utara dan Lantari Jaya sebagai upaya darurat menekan inflasi jelang Ramadan. Kegiatan yang dibuka untuk umum sejak pagi ini langsung diserbu ratusan warga yang antre mendapatkan bahan pokok subsidi seperti beras, minyak goreng, gula, dan tepung dengan harga 15-20% lebih murah dari pasaran. Kamis 27 Februari 2025

Program kolaborasi dengan Perum Bulog ini dipantau langsung oleh Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Bombana, Asis Fair, bersama Ferawati selaku Koordinator Lapangan. “Ini langkah antisipasi untuk memastikan stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama di wilayah rentan inflasi,” tegas Asis saat meninjau lokasi di Rarowatu Utara.

Di kedua lokasi, warga terlihat memadati stan distribusi sejak pukul 07.00 WITA. Camat Rarowatu Utara, Abdul Hajar Aswad, turun langsung mengatur antrean dan memastikan distribusi berjalan tertib. “Kami apresiasi respons cepat pemerintah. Harga terjangkau ini sangat membantu keluarga pra-sejahtera menyiapkan kebutuhan Ramadan,” ujar Siti, salah satu warga yang mengantre sejak subuh.

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM, Asis Fair Saat Menyerahkan Sembako Secara Simbolik Kepada Masyarakat
Kepala Dinas Perindagkop dan UKM, Asis Fair Saat Menyerahkan Sembako Secara Simbolik Kepada Masyarakat

Ferawati, Kabid Perdagangan yang memimpin operasional, menjelaskan bahwa total 10 ton beras medium, 2.000 liter minyak goreng kemasan, serta 5 ton gula dan tepung disiapkan untuk dua hari penyelenggaraan. “Stok kami tambah 30% dari tahun lalu untuk memastikan tidak ada kelangkaan,” jelasnya.

Langkah ini merupakan bagian dari skema Pemkab Bombana mengantisipasi kenaikan harga musiman yang kerap memicu inflasi 2-3% di periode Ramadan. Data BPS Bombana menunjukkan, inflasi Februari 2025 tercatat 0,8%, lebih rendah dari rata-rata nasional (1,2%). “Pasar murah akan digelar bergilir di 12 kecamatan hingga seminggu sebelum Ramadan. Kami juga akan pantau harga di pasar tradisional untuk antisipasi spekulasi,” tambah Asis.

Abdul Hajar menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan para pedagang pasar agar tidak menaikkan harga secara drastis. “Kami imbau mereka ikut menjaga stabilitas sembari memastikan supply lancar,” katanya.

Masyarakat mengharapkan program serupa diperluas ke daerah terpencil. “Semoga tidak hanya di pusat kecamatan, tapi juga sampai ke desa-desa,” harap Arifin, warga Lantari Jaya. Ferawati menegaskan, evaluasi akan dilakukan untuk memastikan distribusi merata, termasuk dengan memanfaatkan koperasi lokal sebagai mitra logistik.

Dengan tingginya animo warga, pasar murah ini diharapkan menjadi buffer efektif menahan gejolak harga sekaligus menguatkan ketahanan pangan daerah menyambut bulan suci.

Pewarta Abdul Muis

Editor Redaksi

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »