Kemenag Bombana Gelar Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama, Perkuat Ukhuwah dan Toleransi Sesama Muslim

Kementerian Agama Kabupaten Bombana menggelar Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama di Aula Kemenag Bombana, Rabu (15/10/2025). Kegiatan ini menjadi wadah memperkuat ukhuwah islamiyah, toleransi, dan semangat persatuan di kalangan umat Islam.
Kementerian Agama Kabupaten Bombana menggelar Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama di Aula Kemenag Bombana, Rabu (15/10/2025). Kegiatan ini menjadi wadah memperkuat ukhuwah islamiyah, toleransi, dan semangat persatuan di kalangan umat Islam.

Bombana, Perspektifmedia.id — Dalam upaya mempererat ukhuwah islamiyah dan memperkuat semangat persatuan di kalangan umat Muslim, Kementerian Agama Kabupaten Bombana menggelar Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama pada Rabu (15/10/2025) di Aula Kantor Kemenag Bombana.
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bombana, H. Adnan Saufi, S.Pd., M.Pd., dan dipandu oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, La Nuzuru.

Dalam sambutannya, H. Adnan Saufi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting bagi umat Islam di Bombana untuk memperkuat tali silaturahmi, menumbuhkan toleransi, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Semoga kegiatan ini menjadi pemantik bagi semua pihak untuk terus menjaga kerukunan dan memperkuat solidaritas antarumat beragama, khususnya di internal umat Islam,” ujar H. Adnan Saufi dalam sambutannya.

Dialog ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Drs. Budiman, M.Si, selaku Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana, dan Hasan Madjid, selaku Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bombana.
Keduanya memberikan pandangan dan masukan berharga terkait penguatan moderasi beragama serta peran tokoh agama dalam menjaga keharmonisan sosial.

Dalam pemaparannya, Drs. Budiman menekankan pentingnya menjaga kerukunan internal umat Islam sebagai fondasi stabilitas sosial. Ia menyebut bahwa perbedaan pandangan dan pemahaman dalam Islam harus dilihat sebagai kekayaan, bukan pemecah.

“Kita adalah satu keluarga. Dalam keluarga, kita harus saling merangkul dan menjaga satu sama lain agar tetap menjadi pribadi yang moderat dan menghargai perbedaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Bombana, Hasan Madjid, mengajak seluruh tokoh dan pemuka agama untuk menjadi contoh nyata dalam kehidupan beragama. Ia menilai, pemuka agama memiliki peran besar dalam membina umat agar tetap menjaga nilai-nilai toleransi dan persaudaraan.

“Mari kita menjadi teladan yang mampu menumbuhkan semangat persaudaraan dan menghormati keberagaman dalam Islam,” tutur Hasan Madjid.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari unsur organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan, tokoh agama, dan pemuka masyarakat.
Selama berlangsungnya dialog, peserta aktif berdiskusi dan mengangkat berbagai isu krusial seputar kehidupan beragama di masyarakat. Beberapa di antaranya menyangkut tantangan menjaga persatuan di tengah perbedaan mazhab dan pandangan keagamaan.

Peserta juga memberikan berbagai usulan konstruktif agar kegiatan serupa di masa mendatang dapat berlangsung lebih interaktif dan terarah. Mereka berharap dialog berikutnya disertai dengan penentuan topik yang lebih fokus sehingga hasilnya dapat dirumuskan menjadi rekomendasi bersama.
Rumusan itu nantinya dapat dijadikan catatan strategis yang disampaikan kepada pemangku kebijakan untuk dijadikan dasar penguatan program kerukunan umat di tingkat daerah maupun nasional.

Kegiatan dialog ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Kementerian Agama Kabupaten Bombana dalam mendukung visi Kementerian Agama RI untuk memperkuat moderasi beragama di seluruh lapisan masyarakat.
Selain sebagai wadah silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya menjaga semangat persaudaraan di tengah keberagaman yang ada.

Menutup kegiatan tersebut, Kepala Kemenag Bombana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa membangun kerukunan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Kerukunan adalah hasil kerja bersama. Kita semua memiliki peran untuk menjaganya agar bangsa ini tetap damai dan sejahtera,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya dialog ini, diharapkan seluruh peserta membawa semangat baru untuk terus menumbuhkan rasa saling menghormati dan memperkuat ukhuwah islamiyah dalam kehidupan sehari-hari.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »