Pemuda Rarowatu Sesalkan Puskesmas Kosong, Ancam Aksi Demo

BOMBANA – Kalangan pemuda Kecamatan Rarowatu melontarkan kritik tajam terhadap buruknya pelayanan Puskesmas Rarowatu. Mereka menilai fasilitas kesehatan itu gagal menjalankan fungsi dasar, terutama saat menangani kondisi darurat. Kritik ini disampaikan di Bombana, Kamis (2/4/2026).

Maikel Andrestein G, perwakilan pemuda setempat, menceritakan kejadian baru-baru ini yang menjadi bukti lemahnya sistem pelayanan. Saat seorang pasien gawat darurat dibawa ke puskesmas, tidak ada satu pun tenaga medis yang berjaga.

“Bagaimana mungkin sebuah puskesmas yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan justru kosong tanpa tenaga medis saat ada pasien yang membutuhkan pertolongan? Ini jelas bentuk kelalaian yang tidak bisa ditoleransi,” ujar Maikel dengan tegas.

Dua hari sebelumnya, Maikel mengaku melintas di depan Puskesmas Rarowatu sekitar pukul 15.00 WITA. Kondisi puskesmas sudah tampak sepi tanpa aktivitas pelayanan. Padahal, menurut ketentuan, tenaga kesehatan di puskesmas wajib memberikan pelayanan 24 jam.

“Faktanya di lapangan jauh dari yang diharapkan. Pelayanan 24 jam hanya sebatas klaim, sementara realitasnya masyarakat tidak mendapatkan hak mereka secara maksimal,” tambahnya.

Maikel juga menyoroti adanya kesenjangan antara arahan kepala daerah dengan kenyataan di lapangan. Padahal, Bupati Bombana dalam setiap kegiatan selalu menyampaikan instruksi untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan serta pelayanan lain yang berkaitan dengan masyarakat, baik di tingkat kabupaten hingga ke desa. Namun, komitmen tersebut dinilai belum berimbas pada perbaikan nyata di Puskesmas Rarowatu.

Maikel pun meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Puskesmas Rarowatu. Ia menegaskan pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan.

Sebagai bentuk keseriusan, pemuda itu menyampaikan peringatan keras kepada pihak terkait agar segera merespons keresahan warga.

“Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret untuk memperbaiki kondisi ini, maka jangan salahkan kami jika keresahan ini akan kami suarakan melalui gerakan aksi demonstrasi. Ini bukan ancaman, tetapi bentuk tanggung jawab kami sebagai pemuda untuk memperjuangkan hak masyarakat,” tutup Maikel.

Pewarta: Sumardin

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »