Hukum  

Kapolres Bombana Turun Tangan Hentikan Pembakaran Ban Saat Azan Berkumandang

BOMBANA — Aksi unjuk rasa mahasiswa di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, diwarnai momen menegangkan ketika Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo naik ke atas mobil sound system dan mengamankan pengeras suara untuk menghentikan rencana pembakaran ban yang dilakukan demonstran saat azan zuhur berkumandang, Selasa siang (2/6/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.

Massa dari Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Mataoleo Kendari Sulawesi Tenggara (IMPPERMOL Kendari Sultra) yang berjumlah 15 orang menggelar unjuk rasa di Bundaran Tugu Brimob, Kelurahan Kasipute, Kecamatan Rumbia. Mereka menuntut percepatan pengerjaan jalan yang menghubungkan Kecamatan Mataoleo hingga Kecamatan Poleang Timur.

Saat orasi berlangsung, koordinator lapangan yang dipimpin Iqbal Hasyim dan Roma Nur memerintahkan rekan-rekannya untuk membakar . Aparat kepolisian yang bertugas segera menghalau dan meminta agar aksi unjuk rasa di tunda sementara karena dari Masjid Raya Nurul Iman Kasipute sudah terdengar salawat pengantar azan.

“Saya hanya naik untuk menghentikan sejenak. Suara azan sudah berkumandang, kita semua punya keyakinan yang harus dihormati. Silakan sampaikan pendapat, tapi jangan sampai mengganggu ibadah,” ujar AKBP Eko Sutomo saat dihubungi seusai kegiatan.

Permintaan petugas tidak digubris. Orator tetap menyuruh massa membakar ban. Situasi pun memanas. Kapolres Eko Sutomo yang berada di lokasi tiba-tiba naik ke mobil sound system, merebut pengeras suara, dan mengamankan koordinator lapangan. Aksi spontan itu memicu adu argumen antara polisi dan pengunjuk rasa. Meski demikian, tidak terjadi benturan fisik berlarut-larut.

Setelah suasana mereda, demonstran melanjutkan orasi. Mereka kemudian bergeser ke Kantor Bupati Bombana dan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun M.Ap. Tuntutan pembangunan infrastruktur jalan kembali disuarakan.

Sekitar pukul 13.00 Wita, massa bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Bombana. Di sana, mereka kembali menggelar orasi dan diterima oleh Ketua DPRD Bombana, Iskandar, S.P. Dialog berlangsung terbuka, dan aspirasi mahasiswa didengarkan langsung oleh wakil rakyat.

Unjuk rasa berakhir pada pukul 15.00 Wita dalam keadaan aman dan kondusif. Para personel pengamanan dan demonstran bahkan terlihat bersalaman setelah kegiatan. Tidak ada komplain yang diajukan massa, baik di lapangan maupun di kantor polisi.

“Semuanya berjalan damai. Setelah orasi selesai, kami saling bersalaman. Ini bukti bahwa menyampaikan pendapat bisa dilakukan dengan tetap menjaga persaudaraan,” tambah Kapolres.

Polres Bombana memastikan pengamanan unjuk rasa rutin dipimpin langsung oleh Kapolres, kecuali jika berhalangan. Hari itu, kehadiran AKBP Eko Sutomo di tengah massa menjadi penengah yang mendinginkan situasi. Red

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »