Perspektifmedia.id || Bombana – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin dan Wakil Bupati Ahmad Yani memaparkan 23 capaian konkret 100 Hari Kerja pertama mereka secara terbuka di hadapan lebih dari 2000 warga, Forkopimda, DPRD, kepala desa, camat, dan perangkat daerah, Jumat (30 Mei 2025), di Alun-alun Masjid Raya Kabupaten Bombana.
Ekspos publik ini merupakan bentuk pertanggungjawaban dan transparansi kinerja pemerintah, sekaligus forum konsolidasi untuk memperkuat koordinasi pemerintahan yang responsif dan kolaboratif.
“Ekspos inilah bengkel terbukanya. Mari kita lihat bersama capaian, tantangan, dan cerita di balik setir kemudi kebijakan 100 Hari Pertama,” ujar Hamlin Selaku Ketua Panitia Kemah Bakti Berani dalam laporannya, mengawali acara yang merupakan bagian dari rangkaian Kemah Bakti Berani 2025. Ia menekankan tujuan kegiatan untuk membangun kepercayaan publik terhadap arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah.
Dalam laporannya Ia juga mengibaratkan 100 hari pertama kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bombana sejak 20 Februari 2025 sebagai “mobil baru yang sedang uji jalan”.
“Hari ini kita bukan sekadar melihat kilap modinya, tetapi juga membuka mesinnya, mengecek performa, dan mendengar testimoni penumpangnya,” katanya.

Bupati Bombana Ir. Burhanuddin dalam pidatonya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak, terutama Forkopimda, DPRD, perangkat daerah, dan para kepala desa yang disebutnya sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
“Apa yang kita capai dalam 100 hari ini bukan kerja saya dan Pak Ahmad Yani saja. Tetapi ini adalah kerja-kerja tim yang saudara-saudara abdikan untuk Kabupaten Bombana,” tegas Burhanuddin.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan danmembuka diri terhadap kritik serta saran.
“Malam hari ini saya minta kepada Bapak dan Ibu sekalian menilai, jika ada hal-hal yang belum sempat kami lakukan selama 100 hari ini, kami siap mendapatkan kritik, kami siap mendapatkan saran,” ajaknya.

Wakil Bupati Ahmad Yani kemudian memaparkan secara rinci 23 capaian program yang telah tuntas 100%, meliputi berbagai sektor:
1. Penataan Kota & Kawasan: Penataan Taman Gerbang Ibu Kota, pembinaan RTH, penataan bantaran sungai di RTH Rumiah, penataan lampu taman, gerakan pasar bersih Wonohaku, penataan jalan di Pasar Taduhang Pacing, penertiban Pasar Sore Pasar Tumpah, pembersihan sistem drainase, pemasangan papan informasi garis sempadan pantai/sungai/jalan, serta perawatan dan pemasangan lampu jalan.
2. Infrastruktur & Ekonomi: Pembangunan jalan usaha tani di 12 kecamatan, pendampingan 30 pelaku usaha mikro untuk perizinan (NIB, PIR, sertifikasi halal), pengendalian inflasi melalui gerakan pasar murah di tujuh titik, dan optimalisasi Rumah Potong Hewan untuk dukungan produk halal UMKM.
3. Kesehatan & Sosial: Pemeriksaan kesehatan gratis di 22 kecamatan yang menjangkau 8.135 orang, penurunan stunting dan gizi buruk dengan pemberian nutrisi dan penanganan kasus, pemberian bantuan modal usaha Rp 5 juta per KK bagi warga tidak mampu, serta pemberian seragam sekolah, olahraga, dan pramuka sebanyak 600 piece.
4. Pendidikan & Budaya: Festival Tuamorun (Tari Kolosal, Prosesi Adatulea, Merusoi), penguatan pendidikan karakter Al-Qur’an melalui MoU dengan pondok pesantren untuk mencetak penghafal 30 Juz, penyelenggaraan turnamen olahraga antarpelajar, launching makan bergizi gratis anak sekolah, serta Safari Ramadhan dan Festival Anak Soleh-Soleh dengan 154 peserta.
5. Tata Kelola & Teknologi: Launching aplikasi “Bombana Satu Peta” untuk basis data geospasial terpadu, pemasangan internet di tiga titik blank spot (Pulau Kabaina, RSUD Tanduwale, Kecamatan Mataosu), penertiban aset daerah (kendaraan roda 4), evaluasi dan penyehatan BUMD, identifikasi lokasi TPA di Pulau Kabaena, pelaksanaan nikah massal, pembentukan Pusat Bantuan Hukum Daerah, penyusunan Raperda, serta pengukuhan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan.

Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa capaian 100 hari ini baru permulaan. “Kami yakin 100 hari ke depan lagi sampai 1 tahun, kami akan mampu menjalankan semua program-program kerja yang sudah direncanakan,” ujarnya berkomitmen, termasuk mewujudkan janji beasiswa bagi mahasiswa Bombana dan dana desa.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen masyarakat. “Mari kita berkandengan tangan, mari kita bersama-sama memikirkan rakyat Bombana Lupakan masa lalu, jangan pernah lagi memikirkan bahwa pernah kita berseberangan. Kita sudah bersatu,” pungkasnya sebelum menutup acara.
Pewarta Abdul Muis
Editor Redaksi
![]()











