Perspektifmedia.id || Kendari — Infrastruktur jalan di Kecamatan Mata Oleo, Kabupaten Bombana, hingga kini masih rusak parah—berlumpur saat hujan dan berdebu tebal di musim kemarau—padahal anggaran puluhan miliar rupiah telah dialokasikan sejak lama.
Ketua Aliansi Pemerhati Masyarakat Mata Oleo (APMM), Jumardin, mengecam gagalnya realisasi janji Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bombana yang diumumkan pada 2022 silam, Minggu (15/7/2025).
“Hingga, warga hanya merasakan jalan tak layak. Padahal Mata Oleo adalah salah satu penyumbang perikanan dan pertanian Bombana,” tegas Jumardin. Ia menyebut kondisi ini ironis: “Realita di hadapan publik menunjukkan hal-hal urgen masih memprihatinkan.”
Janji itu bermula dari unjuk rasa warga pada 22 Agustus 2022. Saat itu, Kepala Dinas PUPR dan Sekretaris Bombana berkomitmen merampungkan perbaikan jalan aspal akhir 2022. “Mereka bersedia mundur jika janji tak terpenuhi, dengan pengawasan DPRD Bombana,” paparnya.
Namun, tiga tahun berlalu, jalan tetap terbengkalai. APMM kini menagih kejelasan ke Dinas PUPR, DPRD, dan Bupati Bombana. “Puluhan miliar anggaran menguap. Kami lelah dengan kata-kata kosong,” tambah Jumardin.
Dampaknya serius: akses jalan buruk menghambat distribusi hasil bumi dan perputaran ekonomi. Warga berharap janji lama segera ditindaklanjuti sebelum Mata Oleo semakin terisolasi.
Pewarta Abdul Muis
Editor Redaksi
![]()











