Kapal Penumpang KM Cahaya Intan Celebes Tenggelam di Teluk Bone, 13 Penumpang Selamat Dievakuasi

Perspektifmedia.id || Bombana – Kapal penumpang KM Cahaya Intan Celebes rute Bajoe–Boepinang tenggelam di perairan Teluk Bone setelah mengalami kebocoran lambung di tengah cuaca ekstrem. Seluruh penumpang dan kru berhasil dievakuasi menggunakan kapal nelayan yang melintas sebelum kapal akhirnya hilang dari permukaan laut, Sabtu, 14 Februari 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal berangkat dari Pelabuhan Bajoe sekitar pukul 24.00 Wita dengan kondisi cuaca dilaporkan ekstrem disertai ombak besar. KM Cahaya Intan Celebes dengan bobot GT 44 itu diketahui milik Nuhang dan diawaki tujuh kru, yakni Mansur selaku nahkoda, Ahmad S sebagai KKM, serta Idris, Ansar, Hendra, Sabar dan Jasman.

Sekitar pukul 06.00 Wita, kapal dilaporkan mengalami kebocoran pada bagian lambung sehingga air masuk ke badan kapal. Para anak buah kapal berupaya menyedot air menggunakan empat unit mesin alkon, namun debit air yang masuk tidak mampu dikendalikan.

“Air terus masuk ke lambung kapal meski sudah kami pompa dengan empat mesin. Ombak juga cukup besar,” ujar Mansur, nahkoda KM Cahaya Intan Celebes.

Melihat kondisi yang semakin membahayakan, sekitar pukul 08.00 Wita nahkoda mengarahkan kapal mendekati satu unit kapal gae yang sedang mencari ikan di sekitar lokasi. Seluruh penumpang dan kru kemudian dipindahkan ke kapal nelayan tersebut dalam keadaan selamat.

Pada pukul 09.30 Wita, kapal gae yang mengevakuasi korban meninggalkan lokasi kejadian menuju Pelabuhan Boepinang. Saat itu, KM Cahaya Intan Celebes dilaporkan telah tenggelam dan tidak lagi terlihat di permukaan.

Kapal pengevakuasi tiba di Pelabuhan Boepinang sekitar pukul 12.00 Wita. Sebanyak 13 penumpang selanjutnya dibawa ke Puskesmas Poleang untuk pemeriksaan kesehatan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Adapun penumpang yang tercatat di antaranya Jamaluddin (51), Nur Rahma (18), Nur Daskira (18), Ahmad Ibrahim (2), Harnida (24), Hj Bungadiah (55), Indo Uleng (39), Sarina (7), Amran (45), Darwiah (42), Tiara (18), Seddi (17), dan Ardi (41). Selain penumpang, kapal juga mengangkut empat unit sepeda motor serta muatan campuran sekitar 5 ton, gabus ayam 4 ton, pakan dan jagung 5 ton, serta telur sekitar 3 ton.

Dugaan awal penyebab tenggelamnya kapal mengarah pada cuaca ekstrem, gelombang tinggi, serta kemungkinan beban muatan berlebih yang memicu kebocoran lambung. Kapal juga dilaporkan sempat mengalami mati total sebelum akhirnya tenggelam secara perlahan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan pendataan lanjutan dan evaluasi atas insiden tersebut. AM (Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »