Perspektifmedia.id || Bombana – Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo, S.I.K., M.I.K. melakukan kunjungan silaturahmi dan penghormatan kepada tokoh serta leluhur adat Suku Moronene di sejumlah lokasi pada Selasa, 20 Januari 2026.
Kunjungan ini merupakan upaya membangun hubungan harmonis antara institusi kepolisian dengan pemangku adat setempat. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WITA di Rumah Adat Rahapu’u Wonua Kerajaan Moronene Keuwia Rumbia, Kelurahan Taubonto, Kecamatan Rarowatu.
Kapolres Eko Sutomo didampingi sejumlah perwira menengah Polres Bombana. Mereka diterima langsung oleh Raja Moronene Pauno Rumbia ke-7, Alfian Pimpie, S.H., M.A.P., beserta sejumlah tokoh adat dan perangkat kerajaan.
“Sebagai orang baru, saya mohon izin bergabung dan mohon bimbingan. Saya ingin di Bombana ini tidak ada konflik-konflik. Mari kita duduk bersama menyelesaikan setiap persoalan yang ada,” ujar Kapolres Eko Sutomo dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya peran kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk melayani masyarakat. “Mohon titip anggota Polri, khususnya Bhabinkamtibmas. Mari kita layani masyarakat, jangan kita yang mau dilayani,” tambahnya.
Usai dialog, Kapolres bersama rombongan melakukan siarah ke makam leluhur Moronene Rumbia, antara lain makam Sangia Intera (Raja ke-3), Sangia Munara (Raja ke-4), dan Sangia H. Ipimpie (Raja ke-5).
Kegiatan kemudian bergeser ke Rumah Adat Istana Wonua Lembongpari Poleang di Kelurahan Toburi, Kecamatan Poleang Timur, yang dimulai pukul 11.50 WITA. Kedatangan Kapolres disambut dengan Tarian Adat Momani.
Di lokasi kedua, Kapolres kembali menyampaikan pesan yang sama tentang pentingnya kebersamaan dan pencegahan konflik di hadapan Raja Moronene Poleang ke-34, PYM. Apua Mokole Muh. Nippon Ali, beserta seluruh sapati dan perangkat kerajaan.
“Saya mengetahui bahwa di suatu daerah terdapat sesepuh, leluhur. Sehingga kami perlu bersilaturahmi dan meminta izin bergabung di Bombana,” kata Sutomo.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cenderamata dan siarah ke makam raja serta situs cagar budaya Moronene Poleang, seperti Makam Sangia Dowo, Sangia Ntina, dan Sangia Oreo. Seluruh rangkaian acara berakhir dalam kondisi aman dan kondusif pada pukul 14.30 WITA.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga kamtibmas dengan melibatkan seluruh elemen budaya dan masyarakat adat Bombana. AM (Red)
![]()











