Bombana – Kunjungan kerja Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo, S.I.K., M.I.K., usai perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah difokuskan pada upaya pencegahan tawuran antarwarga di wilayah Kabaena Timur. Kegiatan itu berlangsung pada Rabu, 25 Maret 2026, pukul 09.00 Wita, di wilayah hukum Polsek Kabaena Timur.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi Kabag Ops Res Bombana AKP Muh. Nursultan, S.H., Kasat Binmas Res Bombana AKP Bastian Hamsah, S.H., Kasat Intelkam Res Bombana IPTU Muhdin Tidore, S.H., dan Kasat Narkoba IPTU Rusdianto Ladiwa, S.H., M.H. Rombongan langsung meninjau lapangan yang kerap menjadi lokasi pertikaian antara Kelurahan Dongkala dan Kelurahan Lambale.
Di sela-sela kunjungan, Kapolres menyempatkan diri mendengarkan langsung masukan dari masyarakat, pemerintah setempat, serta jajaran Polsek Kabaena Timur mengenai penyebab utama konflik horizontal yang berulang kali terjadi.
“Terkait masalah tawuran yang sering terjadi antara Kelurahan Dongkala dan Kelurahan Lambale, saya menyarankan agar membuat dan mengaktifkan kembali pos kamling untuk mengantisipasi terjadinya tawuran,” ujar AKBP Eko Sutomo kepada warga dan aparat yang hadir.
Kapolres juga memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan kegiatan patroli, terutama pada jam-jam rawan terjadinya tindak pidana. Ia menekankan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat harus dirasakan secara nyata untuk mencegah potensi gangguan keamanan.
Langkah lebih lanjut yang diinstruksikan adalah mempertemukan kedua belah pihak yang bertikai. “Saya minta Kasat Binmas dan Kapolsek Kabaena Timur mempertemukan kedua belah pihak dengan melibatkan pemerintah setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda, termasuk pemuda yang sering melakukan tawuran. Buat kesepakatan agar tidak lagi terjadi tawuran dan tetap menjaga situasi aman dan kondusif,” tegasnya.
Selain itu, Kapolres menekankan pentingnya peran aktif bhabinkamtibmas dalam memberikan himbauan secara rutin kepada warga. Arahan ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian untuk menciptakan rasa aman dan ketertiban masyarakat pasca Lebaran, sekaligus menyelesaikan akar konflik di Kabaena Timur melalui pendekatan persuasif dan kolaboratif. (Red)
![]()











