Hukum  

Karyawan Tambang Tewas Tertimbun Material Overburden Akibat Rem Blong

Bombana – Seorang karyawan PT Margo Karya Mandiri (PT MKM) di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) Desa Batuawu, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, tewas dalam kecelakaan kerja pada Rabu pagi. Korban bernama Wawan Reynaldi (28), warga Kelurahan Teomokole, Kecamatan Kabaena, meninggal dunia setelah truk yang dikemudikannya mengalami rem blong dan terguling di jalur menurun area tambang.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 08.50 Wita. Saat kejadian, korban mengemudikan truk pengangkut material overburden (OB) atau tanah penutup tambang dari area fit menuju lokasi pembuangan material (disposal). Di dalam kendaraan, turut serta seorang rekan kerja bernama Tobi Berlian (26) yang ikut menumpang.

Saat melintasi jalan menurun, sistem pengereman truk diduga tidak berfungsi secara optimal. Mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan kehilangan kendali. Truk kemudian menabrak tanggul pengaman (safety berm), posisi kendaraan menjadi miring, lalu menghantam kolam pengendapan sedimen (sediment pond).

Dalam kepanikan, korban berusaha melompat keluar dari kabin untuk menyelamatkan diri. Namun, nahas, truk justru terbalik dan seluruh muatan overburden tumpah menimpa tubuhnya.

Kapolsek Kabaena, Iptu Indra Jaya, membenarkan peristiwa tersebut. “Mobil yang dikendarai korban diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman. Kendaraan kemudian menabrak safety berm, miring, lalu menghantam sediment pond,” ujar Indra saat dikonfirmasi, Rabu (24/6).

Saksi Tobi Berlian yang berhasil selamat langsung keluar dari mobil dan meminta bantuan kepada karyawan lain di lokasi. Proses pencarian korban dilakukan secara dramatis menggunakan alat berat untuk menggali tumpukan material yang menimbun tubuh korban.

Setelah berhasil dievakuasi, korban yang saat itu masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan langsung dilarikan ke Puskesmas Kabaena Selatan. Namun petugas medis yang memeriksa mendapati denyut nadi di pergelangan tangan dan leher korban sudah tidak berdetak lagi. Tim medis pun melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebanyak tiga kali sesuai prosedur standar, namun tidak ada respons dan korban dinyatakan meninggal dunia.

Kasi Humas Polres Bombana, Iptu Abd Hakim, mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. “Kondisi jalan dari area TKP menuju adalah jalur menurun, di tengah perjalanan, mobil yang dikendarai oleh korban diduga mengalami rem blong,” ungkapnya.

Seorang saksi lainnya, Yudha Budi Kusuma (47), yang tiba di tempat kejadian perkara, langsung meminta karyawan untuk menggali OB menggunakan alat berat dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Kabaena Selatan.

Pihak kepolisian telah mendatangi dan mengamankan TKP, melakukan koordinasi dengan Puskesmas Kabaena Selatan, melaksanakan identifikasi dan olah TKP, serta mengambil keterangan dari saksi-saksi. Saat ini penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta memeriksa kondisi teknis kendaraan yang digunakan korban.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di sektor pertambangan, khususnya pada operasional alat berat di jalur hauling yang memiliki kontur menurun dan berisiko tinggi apabila sistem pengereman tidak berfungsi optimal. Red

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »