Bombana – Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar bersama Politeknik Bombana dan Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Pemberian Kompetensi Tambahan dan uji sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Ahli Muda Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Kegiatan yang diikuti 55 fresh graduate Politeknik Bombana ini berlangsung selama lima hari, mulai 18 hingga 22 Mei 2026, di Aula Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Bombana.
Para peserta merupakan lulusan baru dari tiga program studi. Sebanyak 25 orang berasal dari Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung, 15 orang dari Teknologi Rekayasa Kimia Industri, serta 15 orang lainnya dari Teknologi Pembenihan Ikan. Mereka adalah angkatan yang baru saja menyelesaikan studi dan tengah bersiap memasuki dunia kerja profesional.
Selama lima hari, 12 materi K3 disampaikan oleh empat pemateri berpengalaman, yaitu Sri Rejeki, Ir. H. Risal, ST., MT., CSE, Adwan Bahar, ST., MT, dan Rahmat Natsir, ST., MT. Pelatihan tidak hanya membekali pengetahuan teknis keselamatan kerja, tetapi juga langsung ditutup dengan uji sertifikasi Ahli Muda K3 yang menjadi bekal penting bagi para lulusan baru ini.
Wakil Direktur I Bidang Akademik Politeknik Bombana, Muhammad Basri L., SE., M.Ak, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata komitmen kampus menyelaraskan lulusan dengan kebutuhan dunia industri.
“Dunia kerja dan dunia industri itulah yang menjadi cita-cita kami di Politeknik Bombana. Jadi, apa yang lahir dari kampus ini benar-benar hasil dari sinergi yang erat dengan kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, para fresh graduate ini membutuhkan lebih dari sekadar ijazah. Sertifikat kompetensi menjadi kunci agar mereka lebih cepat terserap pasar kerja.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini saja. Harus terus berlanjut agar semakin banyak lulusan yang siap pakai dan berdaya saing tinggi,” tegasnya penuh harap.
Antusiasme tinggi tampak dari para peserta yang mengikuti setiap sesi dengan serius. Seorang fresh graduate Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung mengaku sertifikasi ini membuka jalan baginya untuk melamar pekerjaan dengan lebih percaya diri.
“Ini bekal yang sangat berarti. Banyak perusahaan konstruksi sekarang mewajibkan sertifikat K3, dan kami sudah memilikinya bahkan sebelum wisuda,” katanya.
Kegiatan ini menjadi jembatan penting antara pendidikan vokasi dan dunia usaha. Di tengah makin ketatnya standar keselamatan kerja di proyek konstruksi, kehadiran tenaga muda bersertifikasi menjadi angin segar bagi pembangunan daerah yang lebih aman dan profesional. Red
![]()











