Travel  

Kolaborasi PPL-Babinsa Pacu Panen Perdana Padi di Bombana, Wujudkan Ketahanan Pangan Desa

Perspektifmedia.id ||  BOMBANA  – Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Rarowatu Utara bersama Babinsa Koramil Rumbia mendampingi petani lokal dalam momen bersejarah: panen perdana padi di lahan seluas 3 hektare milik Dominikus, anggota Kelompok Tani Marga Jaya. Kegiatan yang digelar Jumat 21 Februari 2025 ini menjadi bukti sinergi TNI, instansi pertanian, dan warga untuk menggerakkan produktivitas sektor agraris di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Dalam pantauan lapangan, Serda M. Kosim (Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia) turun langsung memantau proses panen sembari memberikan motivasi kepada puluhan petani. “Kehadiran kami bukan sekadar seremonial. Ini komitmen TNI untuk memastikan ketahanan pangan di wilayah binaan tetap terjaga,” tegas Kosim, yang dikenal akrab dengan para petani setempat.

Arisadayanto, SP., selaku PPL Rarowatu Utara, mengungkapkan pendampingan teknis seperti pemilihan bibit unggul hingga pengelolaan irigasi menjadi kunci peningkatan hasil panen. “Lahan ini sebelumnya belum optimal. Dengan pendampingan intensif selama musim tanam, produktivitas meningkat 20%,” jelasnya.

Kelompok Tani Marga Jaya yang diketuai H. Sakir mengaku terbantu dengan kolaborasi ini. “Babinsa tidak hanya membantu pengamanan, tapi juga turun memberi solusi saat kami kesulitan alat tanam atau pupuk,” ujar Sakir. Ia berharap program pendampingan berkelanjutan ini bisa menular ke desa-desa tetangga.

Kehadiran sejumlah pihak seperti Khusairi (PPL Desa Marga Jaya), Jamal, SP. (PPL Desa Tembe), dan Kopda Iwan (Babinsa Desa Lantowua) mempertegas dukungan multisektoral. Dominikus, pemilik lahan, mengaku terharu melihat antusiasme para pihak. “Ini pertama kali lahan saya panen dengan hasil memuaskan. Semoga bisa jadi contoh bagi petani muda,” ucapnya.

Serda Kosim menekankan, inovasi dalam budidaya pertanian harus terus digaungkan. “Kami mendorong petani memanfaatkan teknologi sederhana, seperti sistem tanam jajar legowo, untuk efisiensi lahan,” paparnya. Menurut data PPL, metode ini berhasil menekan serangan hama dan meningkatkan hasil gabah kering hingga 6 ton per hektare.

Panen perdana ini tidak hanya menjadi pencapaian ekonomi, tetapi juga simbol kebangkitan pertanian lokal di tengah ancaman alih fungsi lahan. “Kami ingin Bombana tidak hanya mengandalkan sektor tambang, tetapi juga jadi lumbung pangan,” tandas Arisadayanto.

Sebagai langkah lanjutan, Babinsa dan PPL berencana membentuk sekolah lapang pertanian untuk petani pemula. Harapannya, geliat panen kali ini bukan akhir, melainkan awal dari swasembada pangan berbasis komunitas.

Pewarta Abdul Muis

Editor Redaksi

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »