Bombana, Kamis, 28 November 2024 – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kendari melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) Unit Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) di Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan program kesehatan berbasis masyarakat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi kesehatan warga.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin, SE, menyatakan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui partisipasi aktif masyarakat.
“Monitoring dan evaluasi adalah langkah penting untuk memastikan program UKBM benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap program kesehatan berbasis masyarakat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata,” ujar Darwin.
Peningkatan Partisipasi Masyarakat
UKBM merupakan pendekatan strategis yang mengedepankan peran aktif masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan di lingkungannya. Selama beberapa bulan terakhir, sejumlah program seperti pelatihan kader kesehatan, penyuluhan tentang pola hidup sehat, serta upaya pencegahan penyakit menular dan tidak menular telah dilaksanakan.
Hasil Monev menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat yang cukup signifikan. Banyak kader kesehatan aktif menyosialisasikan pentingnya imunisasi, pola hidup sehat, serta pencegahan penyakit. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan juga meningkat, terlihat dari antusiasme mereka mengikuti program-program kesehatan.
Catatan dan Tantangan
Meski hasilnya menggembirakan, Monev juga mencatat beberapa tantangan yang perlu segera diatasi. Tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya, aksesibilitas layanan kesehatan, serta kurangnya partisipasi masyarakat di beberapa wilayah terpencil.
“Beberapa daerah masih menghadapi kendala dalam hal akses kesehatan. Evaluasi ini penting agar program yang ada bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masyarakat,” tambah Darwin.
Tujuan dan Metodologi Evaluasi
Monev ini dilakukan untuk menilai efektivitas program kesehatan sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan. Pendekatan yang digunakan meliputi survei, wawancara dengan tokoh masyarakat dan petugas kesehatan, serta analisis data sekunder dari laporan program kesehatan sebelumnya.
Hasil Evaluasi: Fokus pada Keberlanjutan
Hasil evaluasi mengungkapkan sejumlah poin penting, seperti peningkatan indikator kesehatan masyarakat, tingkat partisipasi aktif dalam program UKBM, dan strategi keberlanjutan program. Rekomendasi dari Monev ini akan menjadi panduan bagi Dinas Kesehatan untuk merumuskan langkah-langkah perbaikan, termasuk peningkatan kapasitas petugas kesehatan dan penguatan jaringan komunitas.
Kolaborasi untuk Dampak Lebih Besar
Dinkes Provinsi Kendari berkomitmen untuk meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan organisasi non-pemerintah, guna memperluas jangkauan program kesehatan.
“Kami terus berupaya memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan program kesehatan berbasis masyarakat berjalan lebih baik. Dengan adanya evaluasi rutin, kami yakin program-program ini dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar perwakilan Dinkes Provinsi Kendari.
Tindak Lanjut
Dari hasil evaluasi, langkah strategis akan dilakukan, seperti peningkatan pelatihan kader kesehatan, penyediaan fasilitas tambahan di daerah yang akses kesehatannya terbatas, serta kampanye kesehatan yang lebih intensif.
Melalui monitoring dan evaluasi ini, diharapkan UKBM di Bombana dapat menjadi model pengembangan kesehatan berbasis masyarakat yang sukses di Sulawesi Tenggara. Dengan pendekatan yang lebih adaptif, program ini diharapkan mampu menghadapi tantangan kesehatan masyarakat di era modern.
Monev UKBM yang dilakukan oleh Dinkes Provinsi Kendari adalah langkah strategis untuk menciptakan sistem kesehatan berbasis masyarakat yang lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan dukungan semua pihak, program ini diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara signifikan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
![]()











