Bombana – Rangkaian aksi unjuk rasa yang digelar Konsorsium Aktivis Bombana Bersatu berlangsung damai dan ditutup dengan dialog terbuka antara Kapolres Bombana dan para pengunjuk rasa di depan Markas Polres setempat pada Kamis (11/6/2026).
Aksi yang diikuti sekitar 60 orang dari organisasi kepemudaan IMPERMOL, PMII, GMNI, dan HMI itu dimulai pukul 09.30 WITA. Massa berkumpul di Kampus Polina Bombana, lalu bergerak dengan 30 unit sepeda motor dan satu mobil pengeras suara. Rute mereka meliputi Tugu Brimob, Rumah Jabatan Bupati Bombana, hingga pertigaan lampu merah Home Base, sebelum akhirnya mencapai puncak aksi di Mapolres Bombana.
Pada pukul 15.40 WITA, Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo langsung menemui massa. Dialog pun berlangsung interaktif dan kondusif. Ia mengapresiasi penyampaian pendapat yang tertib dan tanpa kekerasan.
“Kami tidak memiliki niat melakukan tindakan represif. Saat pengamanan aksi sebelumnya, petugas menertibkan massa karena membakar ban bekas di tengah jalan. Itu membahayakan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Eko Sutomo.
Di hadapan para aktivis, ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. “Secara pribadi, saya mohon maaf apabila ada tindakan petugas yang dirasa kurang berkenan. Ke depan, Polres Bombana berkomitmen penuh menjaga ruang demokrasi dan memastikan tidak ada lagi sikap represif dari aparat terhadap warga yang menyampaikan aspirasi sesuai hukum,” tegasnya.
Kapolres lalu menyampaikan sejumlah imbauan untuk aksi-aksi selanjutnya: surat pemberitahuan disampaikan ke kepolisian dalam waktu 3×24 jam sebelum aksi, tidak membakar ban bekas, tidak merusak fasilitas umum, serta tidak mengganggu ketertiban pengguna jalan. Imbauan itu diterima dan disepakati oleh koordinator lapangan bersama seluruh massa aksi.
Hasil dialog tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara tuntutan massa oleh Kapolres pada pukul 16.00 WITA. Setelahnya, massa melanjutkan aksi ke Kantor DPRD Kabupaten Bombana pada pukul 16.30 WITA. Kedatangan mereka diterima oleh Pelaksana Harian Sekretaris DPRD, Toni Surya Utomo, karena pimpinan dan anggota dewan sedang mengikuti kegiatan di luar daerah. Pihak sekretariat berjanji segera meneruskan tuntutan tertulis kepada pimpinan serta menjadwalkan audiensi lanjutan dalam waktu dekat.
Seluruh rangkaian aksi berakhir pada pukul 17.50 WITA dalam keadaan aman dan tertib. Sebanyak 129 personel Polres Bombana di bawah pimpinan Kabag Ops AKP Muh. Nur Sultan mengawal jalannya kegiatan. Menutup hari dengan suasana penuh keakraban, para personel keamanan dan peserta aksi saling berjabat tangan, menjadi simbol terjaganya sinergi, komunikasi, dan perdamaian di Kabupaten Bombana. Red
![]()











