Kendari, 5 September 2024 – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar sosialisasi penting mengenai Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) yang akan dikelola melalui aplikasi digital terbaru bernama E-Sea. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Claro, Kota Kendari ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terkait proses, manfaat, serta inovasi dalam pengelolaan ruang laut yang berkelanjutan.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bombana, serta berbagai perwakilan masyarakat pesisir dan pelaku usaha. KKPRL sendiri merupakan dokumen yang memastikan kegiatan pemanfaatan ruang laut sesuai dengan tata ruang yang telah ditetapkan, guna melindungi ekosistem laut sekaligus mendorong keberlanjutan sumber daya laut.
Transparansi dan Efisiensi dengan Aplikasi E-Sea
Dalam sosialisasi ini, peserta diperkenalkan dengan aplikasi E-Sea yang menjadi terobosan baru dalam pengajuan, evaluasi, dan pengawasan KKPRL. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi dan mengajukan izin pemanfaatan ruang laut secara transparan dan efisien.
Kepala Bidang Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Yoni Muhammadiyah, S.Pi, MM, menyampaikan apresiasinya atas inovasi ini.
“Sulawesi Tenggara memiliki 99 titik permukiman laut, jumlah terbanyak di Indonesia. Dengan garis pantai dan pulau-pulau yang melimpah, pengelolaan ruang laut menjadi tantangan sekaligus peluang besar. Aplikasi E-Sea akan membantu memastikan pemanfaatan ruang laut yang tepat, transparan, dan mendukung kelestarian ekosistem,” ujarnya.
Prosedur dan Pentingnya KKPRL
Selama acara, peserta mendapatkan pemaparan rinci mengenai proses pengajuan KKPRL, termasuk langkah-langkah pengisian data di aplikasi E-Sea, persyaratan dokumen, dan mekanisme evaluasi. KKP menegaskan bahwa KKPRL bukan hanya soal perizinan, tetapi juga langkah strategis untuk memastikan aktivitas pemanfaatan ruang laut, seperti pembangunan dermaga, budidaya laut, hingga wisata bahari, dilakukan secara bertanggung jawab.
“KKPRL adalah wujud komitmen kita untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian laut. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi upaya melindungi masa depan ekosistem laut kita,” ujar perwakilan dari KKP dalam sesi diskusi.
Komitmen untuk Peningkatan Pemahaman Masyarakat
Acara ini juga dirancang untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan ruang laut berbasis data. Dalam sesi tanya jawab, peserta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait kendala teknis hingga dampak implementasi KKPRL di wilayah mereka.
Menjawab pertanyaan tersebut, perwakilan KKP memastikan bahwa pemerintah akan terus memberikan pendampingan, termasuk melalui workshop lanjutan di beberapa wilayah pesisir. “Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga merasa terlibat dan diberdayakan dalam pengelolaan ruang laut,” tambahnya.
Langkah Strategis untuk Masa Depan Kelautan
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, sejalan dengan visi besar Indonesia sebagai negara maritim. Dengan penerapan KKPRL dan aplikasi E-Sea, pemerintah berharap dapat menciptakan ekosistem layanan yang lebih baik, mengurangi konflik pemanfaatan ruang laut, dan mempercepat pembangunan infrastruktur kelautan yang berkelanjutan.
KKP juga menargetkan agar aplikasi ini dapat digunakan secara optimal di seluruh Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, menjangkau masyarakat di daerah pesisir hingga pulau-pulau terpencil.
Harapan dan Komitmen
Mengakhiri sosialisasi, H. Yoni Muhammadiyah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam mewujudkan pengelolaan ruang laut yang lebih baik.
“Laut adalah masa depan kita. Dengan teknologi dan komitmen bersama, kita bisa menjaga kekayaan laut Indonesia, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang,” tegasnya.
Acara ini diakhiri dengan diskusi interaktif yang menghasilkan berbagai masukan konstruktif untuk pengembangan aplikasi E-Sea serta pelaksanaan KKPRL. Pemerintah daerah dan KKP berkomitmen untuk terus mendukung langkah-langkah inovatif demi menjaga kekayaan laut Indonesia.
![]()











