Pemerintah Kabupaten Bombana terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan air bersih bagi masyarakat melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Babamolingku. Proyek strategis ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses air bersih yang layak, merata, dan berkelanjutan.
Pembangunan SPAM Babamolingku mencakup pemasangan jaringan pipa sepanjang 15.500 meter, yang akan menjangkau 245 Sambungan Rumah (SR) di Desa Babamolingku dan Desa Analere. Wilayah cakupan proyek ini meliputi area pemukiman padat penduduk serta fasilitas umum seperti sekolah, kantor, dan tempat ibadah. Proyek ini didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Air Minum Tahun 2024.
Selain jaringan pipa, SPAM Babamolingku juga melibatkan pembangunan reservoir utama yang dilengkapi sistem penyaringan lumpur dan broncaptering atau penangkap mata air. Infrastruktur ini diharapkan mampu mendukung distribusi air bersih yang berkesinambungan dan berkualitas tinggi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bombana, dalam keterangannya, menekankan pentingnya proyek ini dalam memperkuat infrastruktur air minum daerah. “Dengan panjang pipa mencapai 15,5 kilometer, kami optimistis akses air bersih dapat lebih merata di Babamolingku dan sekitarnya. Ini juga sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah daerah,” ujarnya.
Sejalan dengan pelaksanaan proyek, Inspektorat Kabupaten Bombana bersama tim konsultan dan direksi teknis dari Dinas PUPR melakukan kegiatan monitoring pada Jumat (29/11) untuk memastikan kelancaran pembangunan SPAM Babamolingku. Tim Inspektorat memeriksa berbagai aspek, mulai dari administrasi pelaporan hingga progres fisik proyek di lapangan.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa meskipun pekerjaan sudah berjalan sesuai perencanaan, terdapat beberapa catatan penting yang perlu mendapat perhatian. Salah satu catatan utama adalah perlunya percepatan penyelesaian pekerjaan di beberapa titik serta peningkatan kualitas instalasi untuk menjamin keberlanjutan fungsi SPAM.
Monitoring ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa proyek berjalan tepat waktu, sesuai standar, dan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. “Monitoring ini bukan sekadar evaluasi, tetapi juga upaya memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar salah satu anggota tim Inspektorat.
Proyek SPAM Babamolingku diharapkan menjadi contoh keberhasilan pengelolaan air bersih di Kabupaten Bombana, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada sektor air bersih dan sanitasi.
Dengan selesainya proyek ini, masyarakat Babamolingku tidak hanya akan mendapatkan akses air bersih yang lebih baik, tetapi juga diharapkan dapat merasakan peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan. Pemerintah Kabupaten Bombana optimistis bahwa inisiatif seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam mewujudkan layanan publik yang berkualitas dan berkeadilan.
![]()











