HIPPMAR Desak Penundaan Penutupan Pasar Sore Rumbia Tengah Demi Tekan Inflasi

Perspektifmedia.id || Bombana – Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Rumbia (HIPPMAR) mendesak Pemerintah Kabupaten Bombana menunda kebijakan penertiban Pasar Sore Rumbia Tengah hingga usai Lebaran. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar Minggu, 9 Maret 2025, dihadiri sejumlah pejabat daerah.

Ketua Umum HIPPMAR, Muhammad Syahrul, menyatakan pasar tersebut menjadi tulang punggung perputaran ekonomi warga, terutama memenuhi kebutuhan berbuka puasa dan rumah tangga. Ia juga  menilai  penutupan pasar secara mendadak berpotensi memicu kenaikan inflasi selama Ramadan.

“Lokasi strategis di pusat kota memudahkan akses pedagang dan pembeli. Penutupan justru berisiko menurunkan daya beli masyarakat,” tegasnya.

Kebijakan pemerintah memindahkan pedagang takjil ke eks Terminal Rumbia Tengah, menurut Syahrul, tidak menyelesaikan masalah.

“Pedagang Pasar Sore bukan hanya penjual takjil, tapi juga pangan dan kebutuhan dasar. Pemerintah harus sediakan lokasi permanen tanpa ganggu tata ruang,” ujarnya. Ia mencontohkan keterbatasan ruang di Pasar Tadoha Mapaccing yang tak mampu menampung pedagang ikan dari Pasar Sore.

Sejumlah pedagang mengeluhkan waktu penertiban yang dinilai tidak tepat. “Ini Ramadan, masa penghasilan tertinggi. Kami minta kebijakan diberlakukan setelah Lebaran,” kata salah satu pedagang.

Syahrul menegaskan HIPPMAR siap mengawal dialog antara pemerintah dan pedagang untuk cari solusi inklusif. “Kebijakan harus hasil musyawarah. Jika tidak direspons, kami bersama masyarakat akan bersuara lebih keras,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Bombana belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan ini. Namun, HIPPMAR berharap ada percepatan solusi agar kebijakan tak menimbulkan kesenjangan sosial.

Pewarta Azuli
Editor Redaksi

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »