Hukum  

Polres Bombana Matangkan Kesiapan Operasi Ketupat Anoa 2026

Perspektifmedia.id || Bombana – Kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Anoa 2026 di wilayah hukum Polres Bombana dibahas dalam video conference yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, pada Senin, 2 Maret 2026, mulai pukul 10.15 Wita hingga selesai.

Video conference yang berlangsung di Aula Vicon Polres Bombana itu dihadiri oleh Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo S.I.K., M.I.K., Dandim 1431 Bombana Letkol Arm Mulyadi, Wakapolres Bombana Kompol H. Basri S.H., serta sejumlah kepala dinas dan instansi terkait. Turut hadir perwakilan dari Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, BPBD, Jasa Raharja, Kantor Kementerian Agama, dan Pertamina.

Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah poin penting terkait kesiapan operasi, antara lain pengaturan lalu lintas dan penyeberangan, pengendalian operasional kendaraan barang, pengamanan transportasi umum dan objek wisata, serta antisipasi terhadap ancaman teror dan kerawanan kejahatan. Pemetaan lokasi rawan bencana dan penguatan strategi komunikasi publik juga menjadi fokus pembahasan.

Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo menegaskan pentingnya kewaspadaan meskipun potensi pergerakan masyarakat diperkirakan menurun.

“Meskipun terdapat penurunan potensi pergerakan masyarakat, jangan understimate. Tetap laksanakan persiapan pengamanan di seluruh objek dengan sebaik mungkin,” ujarnya.

Ia juga meminta agar seluruh stakeholder gencar mensosialisasikan stimulus pemerintah dan rekayasa lalu lintas kepada masyarakat.

“Optimalkan penggunaan berbagai kanal dan saluran informasi, pastikan rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan benar-benar tersampaikan kepada masyarakat,” tambah Eko Sutomo.

Pengamanan di tempat ibadah, transportasi umum, dan objek wisata harus dilakukan secara humanis dengan memberdayakan potensi masyarakat. Selain itu, antisipasi terhadap gejolak harga dan ketersediaan bahan pangan, termasuk BBM dan BBG, perlu dilakukan melalui kolaborasi Satgas Pangan dengan stakeholder terkait.

“Jika terdapat penyimpangan, tindak tegas dengan tetap memperhatikan ketersediaan pasokan,” tegasnya.

Mitigasi bencana juga menjadi perhatian serius. Seluruh stakeholder diminta proaktif dalam meminimalisir dampak bencana.

“Persiapkan jalur evakuasi, titik pengungsian, titik penyaluran logistik, siagakan perlengkapan SAR dan kebutuhan penanganan bencana seperti genset, wifi, dan bahan pokok penting agar dapat langsung digunakan saat terjadi bencana,” jelas Kapolres.

Kegiatan vicon ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan tujuan, menyatukan visi seluruh instansi dalam pelaksanaan operasi, serta menghindari tumpang tindih tugas dan kewenangan. Hal ini untuk memastikan seluruh stakeholder siap secara personel, sarana, strategi, dan koordinasi sehingga pengamanan Idul Fitri berjalan aman, lancar, dan kondusif.

Kegiatan video conference berakhir pada pukul 14.15 Wita dalam situasi aman dan kondusif. AM (Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »