Bulan Puasa dan Ritual Melasti, Potret Toleransi di Bombana

Bombana – Debur ombak Pantai Tompo Batu berpadu dengan kidung suci umat Hindu, Ratusan warga dari Kecamatan Lantari Jaya dan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, larut dalam ritual Melasti. Mereka bersiap menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dengan hati yang dijernihkan. Senin (16/3/2026).

Namun, di balik kekhusyukan prosesi penyucian diri itu, ada pemandangan lain yang tak kalah menarik. Bulan Ramadan tengah berlangsung. Di sepanjang jalan menuju pantai, puluhan umat Muslim terlihat menjalankan aktivitas seperti biasa. Para pedagang takjil tetap membuka lapak, sementara aparat kepolisian sibuk mengatur lalu lintas.

Ritual Melasti yang digelar di kawasan pesisir itu berlangsung beriringan dengan ibadah puasa umat Muslim. Dua kegiatan keagamaan besar dari keyakinan berbeda berjalan beriringan tanpa gesekan. Pantai Tompo Batu, yang menjadi lokasi upacara, berada di jalur yang cukup ramai dilalui masyarakat setempat, termasuk mereka yang tengah bersiap berbuka puasa.

Kapospam Lantari Jaya, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Prasetyo Nento, mengaku situasi itu menjadi perhatian khusus pihaknya. Personel diterjunkan tidak hanya untuk mengamankan jalannya upacara Melasti, tetapi juga menjaga kenyamanan warga Muslim yang tengah menjalankan ibadah di bulan suci.

“Personel kami siagakan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Ini bukan hanya tentang pengamanan ritual, tapi bagaimana semua warga, apapun keyakinannya, bisa menjalankan ibadah dengan tenang,” kata Prasetyo.

Pengamanan diperketat dengan menurunkan personel tambahan dari satuan samapta dan lalu lintas. Mereka bertugas mengatur arus kendaraan di sekitar pantai agar tidak terjadi kemacetan yang dapat mengganggu aktivitas warga. Umat Hindu yang datang berduyun-duyun menuju lokasi upacara pun diatur agar prosesi berlangsung tertib.

“Kami turunkan personel untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Bagi warga setempat, pemandangan seperti ini bukan hal baru. Kerukunan antarumat beragama di Bombana sudah lama terjalin. Saat umat Hindu merayakan Nyepi, umat Muslim turut menghormati dengan menahan diri dari aktivitas yang gaduh. Begitu pula sebaliknya, saat Ramadan tiba, umat Hindu menjaga ketenangan lingkungan.

Seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan kebersamaan itu sudah diwariskan secara turun-temurun. “Kami sudah terbiasa hidup berdampingan. Tidak ada sekat, kami saling menghormati,” ujarnya.

Di sela-sela pengamanan, sejumlah personel kepolisian yang beragama Muslim juga terlihat bergantian menjalankan ibadah puasa. Mereka tetap bertugas, memastikan keamanan, namun tak lupa melaksanakan kewajiban sebagai Muslim.

Hingga upacara Melasti usai, tidak ada insiden berarti. Umat Hindu kembali ke rumah masing-masing dengan hati yang telah disucikan, sementara umat Muslim bersiap menyambut malam dengan ibadah tarawih.

Pantai Tompo Batu yang tadi pagi dipenuhi kidung suci, sore itu kembali sunyi. Hanya menyisakan jejak toleransi yang terus terpelihara di Bumi Bombana. (Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »