Kapolres Bombana Kunjungi Keluarga Korban Longsor Tambang Emas di Rarowatu

Bombana — Kepala Kepolisian Resor Bombana AKBP Eko Sutomo mengunjungi rumah duka korban longsor di areal pertambangan emas di Desa Pangkuri, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, pada Senin malam (13/4/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bentuk belasungkawa dan solidaritas atas meninggalnya Husmiati, seorang warga yang tertimbun material tanah longsor saat beraktivitas di lokasi tambang tanpa izin di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, pada Senin pekan lalu (6/4/2026). Korban meninggalkan tujuh orang anak yang kini menjadi yatim.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman keluarga korban, Kapolres Bombana didampingi oleh Kabagops AKP Muh. Nursultan, Kasat Binmas AKP Bastian Hamsa, Kepala Desa Pangkuri Herdin, serta jajaran Polsek Rarowatu.

“Kami atas nama pribadi dan institusi Polres Bombana menyampaikan duka cita yang sangat mendalam. Ini musibah yang berat bagi kita semua, terutama bagi ketujuh anak yang ditinggalkan,” ujar AKBP Eko Sutomo kepada keluarga almarhumah.

Selain menyampaikan simpati, orang nomor satu di Polres Bombana itu juga menyelipkan pesan keselamatan kepada keluarga korban yang masih menggantungkan hidup dari sektor pendulangan emas ilegal. Ia meminta agar keluarga korban menghentikan aktivitas berbahaya tersebut demi mencegah jatuhnya korban jiwa lainnya.

“Saya paham betul ini soal perut dan kehidupan sehari-hari. Namun, keselamatan jiwa jauh lebih mahal harganya. Aktivitas di lokasi rawan longsor tanpa izin itu melanggar aturan dan risikonya sangat besar. Untuk anak-anak yang ditinggalkan, saya mohon jangan ada lagi yang bernasib sama,” tegas AKBP Eko Sutomo dalam percakapan dengan pihak keluarga.

Pada kesempatan yang penuh haru itu, Kapolres Bombana turut menyerahkan bantuan santunan secara langsung kepada pihak keluarga. Kehadiran rombongan kepolisian di tengah malam itu disambut dengan rasa terima kasih oleh keluarga almarhumah Husmiati.

Pihak keluarga menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan kunjungan langsung yang diberikan oleh Kapolres beserta jajaran. Mereka berharap musibah yang merenggut nyawa Husmiati menjadi pelajaran berharga bagi warga lain yang masih nekat melakukan penambangan tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan.

Longsor di areal tambang emas Desa Wumbubangka kembali menyoroti praktik pertambangan rakyat yang marak di wilayah Bombana namun minim pengawasan keselamatan. (Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »