Kendari – Sejak pagi, puluhan warga sudah berjejal di halaman Markas Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara. Mereka mengantre untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga murah dalam pasar sembako yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-13 satuan tersebut. Selasa, 7 April 2026
Warga membawa keranjang, tas belanja, bahkan ada yang memanggul karung kosong. Tak lama kemudian, beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur ludes terjual. Antrean panjang itu menjadi pemandangan utama sepanjang acara berlangsung.
Pasar murah dibuka secara resmi oleh Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sultra, Kompol Muh. Alwi. Ia mewakili Komandan Satuan Brimob Polda Sultra Kombes Pol Agus Setyawan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT sekaligus upaya mendekatkan diri dengan warga sekitar.
“Tujuan kegiatan ini selain memperingati HUT ke-13 Batalyon A Pelopor, juga sebagai bentuk kepedulian kami untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Kompol Muh. Alwi di tengah keramaian.
Harga yang ditawarkan jauh di bawah pasaran. Beras SPHP dijual Rp50.000 per 5 kilogram, minyak goreng Rp14.000 per liter, gula pasir Rp12.000 per kilogram, dan telur Rp40.000 per papan. Selisihnya mencapai 15 hingga 20 persen dibanding harga di pasar tradisional.
Kesuksesan acara ini tak lepas dari kolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sultra, Kantor Wilayah Perum Bulog, serta sejumlah distributor bahan pokok. Mereka memasok langsung komoditas tanpa perantara, sehingga harga bisa ditekan.
Seorang warga bernama Maryati terlihat puas setelah berhasil membawa pulang dua kantong belanjaan. Ia mengaku baru pertama kali melihat langsung aparat kepolisian turun tangan menggelar pasar murah seperti ini.
“Harganya jauh lebih murah dibandingkan di pasar. Ini sangat membantu kami,” ungkap Maryati sambil mengatur belanjaannya.
Maryati berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan warung kecil seperti miliknya, pasar murah ini seperti oksigen segar.
Kompol Muh. Alwi menambahkan bahwa antrean panjang yang terjadi justru membuat pihaknya bahagia. Itu tanda bahwa masyarakat benar-benar membutuhkan kehadiran Brimob tidak hanya dalam urusan keamanan, tetapi juga dalam urusan ekonomi sehari-hari.
“Kami ingin masyarakat tidak canggung lagi dengan kami. Brimob ada untuk melindungi sekaligus membantu kesulitan warga,” katanya.
Selain pasar murah, rangkaian HUT ke-13 Batalyon A Pelopor juga mencakup bakti sosial, donor darah, dan lomba olahraga antar kampung. Semua kegiatan dirancang untuk mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.
Pasar murah itu menjadi salah satu bentuk sinergi nyata antara aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan keterlibatan langsung distributor dan Bulog, warga bisa mendapatkan bahan pokok layak tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Batalyon A Pelopor berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai program rutin setiap tiga bulan sekali. Mereka ingin antrean panjang seperti hari ini tidak hanya terjadi saat hari jadi, tetapi menjadi pemandangan biasa yang dinanti-nanti warga. (Red)
![]()











