Kendari, 19 November 2024 – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana, sebagai bagian dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bombana, turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) TPID Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara pada Selasa (19/11/2024).
Rakorda TPID kali ini dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara yang juga menjabat sebagai Ketua TPID Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam sambutannya, Pj Gubernur menekankan pentingnya konsistensi dalam memantau situasi harga serta menguatkan sinergi antar daerah demi pengendalian inflasi yang efektif. “Kita harus menyatukan hati, pikiran, dan komitmen bersama untuk memastikan keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga di Sulawesi Tenggara,” ujar Pj Gubernur.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan penguatan terkait strategi pengendalian inflasi, di antaranya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra, Kepala Perum Bulog Kanwil Sultra, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra.
Tak hanya itu, tiga kepala daerah juga diundang untuk memaparkan praktik terbaik dalam pengendalian harga dan ketahanan pangan, yaitu Ketua TPID Kabupaten Bombana, Ketua TPID Kabupaten Konawe Utara, dan Ketua TPID Kabupaten Konawe.
Pj Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, yang sekaligus menjabat sebagai Ketua TPID Kabupaten Bombana, mendapat apresiasi karena memaparkan sejumlah inovasi yang telah berhasil menekan inflasi di wilayahnya. Kabupaten Bombana mencatat pencapaian yang signifikan dengan Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga -2,74%. Beberapa inovasi unggulan yang diimplementasikan di Bombana antara lain:
- Kopi Bombana (Kios Pengendalian Inflasi): Sebuah pusat informasi harga kebutuhan pokok yang memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terkini.
- GAUL (Gerakan Pangan Murah Keliling): Program distribusi pangan murah yang menjangkau pelosok desa.
- Lapak Tani: Pasar khusus hasil panen petani lokal yang memotong rantai distribusi dan menjaga harga tetap stabil.
- Subsidi Bunga Kredit UMKM 100%: Dukungan finansial bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk mendorong produksi.
- Bantuan Angkutan Umum Gratis: Meringankan biaya transportasi untuk distribusi bahan pokok.
- Gerakan Menanam: Kampanye masif untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan alternatif.
- Pemantauan Harga Bapok Secara Digital: Sistem monitoring harga kebutuhan pokok berbasis teknologi yang memudahkan pengambilan keputusan cepat.
Dalam pemaparannya, Pj Bupati Bombana menyampaikan bahwa kunci keberhasilan pengendalian inflasi terletak pada sinergi dan inovasi. “Kami percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha adalah kunci dalam menciptakan stabilitas ekonomi. Program yang kami jalankan bertujuan untuk melindungi daya beli masyarakat sekaligus mendukung kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal,” ujar Edy Suharmanto.
Rakorda TPID ini menjadi forum strategis untuk berbagi pengalaman dan memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas harga di Sulawesi Tenggara. Keberhasilan Kabupaten Bombana menjadi inspirasi bagi kabupaten/kota lain di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bombana, salah satu peserta Rakorda, juga menyampaikan optimismenya terhadap keberlanjutan program-program pengendalian inflasi yang telah berjalan. “Dengan langkah-langkah inovatif yang terus kami perkuat, kami yakin Bombana mampu mempertahankan kestabilan harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Rakorda ini diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya melalui langkah-langkah inovatif seperti yang telah dilakukan Bombana. Sebagai hasil dari kerja keras dan dedikasi, strategi Bombana membuktikan bahwa inflasi dapat dikendalikan melalui kolaborasi dan komitmen yang solid.
![]()











