Senin, 9 Desember 2024 — Bertempat di Grand Lapusui, Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana menggelar pertemuan evaluasi capaian kinerja program kesehatan. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Darwin, S.E., staf dinas, serta pegawai dari seluruh puskesmas di Kabupaten Bombana. Evaluasi ini bertujuan untuk meninjau pencapaian program kesehatan sepanjang tahun 2024 sekaligus menyusun strategi peningkatan kinerja di tahun mendatang.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Kepala Dinas Kesehatan Darwin, S.E., yang menekankan pentingnya evaluasi sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah. Dalam sambutannya, Darwin menyatakan bahwa evaluasi ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat Bombana mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas dan merata.
Dalam pertemuan ini, sejumlah capaian program kesehatan dipaparkan. Program imunisasi, misalnya, menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan cakupan imunisasi dasar yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, upaya penanganan penyakit menular seperti TBC dan malaria juga mencatatkan kemajuan yang signifikan. Sementara itu, program kesehatan ibu dan anak (KIA) berhasil menurunkan angka kematian ibu dan bayi meski masih menghadapi tantangan di beberapa wilayah terpencil.
“Kami melihat adanya peningkatan yang signifikan dalam beberapa indikator kesehatan, seperti imunisasi dan KIA. Namun, kami juga menyadari masih banyak tantangan yang harus diatasi, terutama di wilayah-wilayah dengan akses terbatas,” ujar Darwin.
Evaluasi juga mencatat beberapa kendala, termasuk kurangnya tenaga medis di daerah terpencil, keterbatasan infrastruktur, serta perlunya edukasi kesehatan yang lebih intensif kepada masyarakat. Untuk itu, para peserta sepakat bahwa kolaborasi antara dinas kesehatan, tenaga medis, dan masyarakat sangat diperlukan guna meningkatkan efektivitas program-program kesehatan.
Peserta pertemuan diberikan ruang untuk memberikan masukan dan saran terkait pelaksanaan program kesehatan. Banyak peserta menyoroti perlunya sinergi yang lebih kuat antara Dinas Kesehatan dengan komunitas lokal dan organisasi masyarakat dalam menjalankan program kesehatan. Selain itu, pentingnya inovasi dan penggunaan teknologi dalam mendukung layanan kesehatan juga menjadi salah satu rekomendasi utama.
Salah satu peserta dari Puskesmas Rumbia Tengah menyampaikan, “Kolaborasi dengan masyarakat sangat penting agar program kesehatan lebih mudah diterima dan dijalankan secara maksimal di lapangan.”
Selain membahas capaian program, pertemuan ini juga menjadi ajang diskusi untuk menyusun rencana strategi ke depan. Fokus utama akan diarahkan pada peningkatan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur kesehatan, serta penguatan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Dinas Kesehatan juga berkomitmen untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan ke daerah-daerah terpencil.
Mengakhiri acara, Darwin menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan di Kabupaten Bombana. Ia mengajak seluruh stakeholder untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan masyarakat yang sejahtera.
“Kami berkomitmen untuk bekerja keras memastikan setiap program kesehatan berjalan dengan baik. Dukungan dari seluruh pihak, baik tenaga medis maupun masyarakat, sangat penting untuk mewujudkan tujuan ini,” tegasnya.
Melalui pertemuan evaluasi ini, Dinas Kesehatan berharap dapat terus memperbaiki dan mengembangkan program-program kesehatan demi memberikan pelayanan yang lebih optimal. Langkah-langkah strategis yang telah disepakati dalam pertemuan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kesehatan masyarakat Bombana di tahun mendatang. Digitalisasi data kesehatan, pelatihan tenaga medis, dan peningkatan infrastruktur akan menjadi prioritas utama dalam mewujudkan visi kesehatan yang lebih baik di Bombana.
Dengan adanya evaluasi rutin seperti ini, masyarakat Bombana dapat optimis terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan yang lebih profesional, efisien, dan merata di seluruh wilayah kabupaten.
![]()











