Daerah  

DPMD Bombana dan Dinkes Sultra Bersinergi Percepat Penurunan Angka Stunting

Kendari, 19 November 2024 – Untuk mempercepat upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Bombana, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bombana melakukan konsultasi strategis dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (19/11/2024) di Ruang Kerja Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sultra ini, membahas hubungan erat antara kesehatan lingkungan dan prevalensi stunting di wilayah Bombana.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPMD Bombana, Asyhadi Asyikin, S.KM, M.Kes, menegaskan pentingnya pendekatan lintas sektor dalam menangani stunting. Menurutnya, masalah stunting di Bombana perlu ditangani tidak hanya melalui perbaikan gizi anak, tetapi juga peningkatan akses terhadap air bersih, sanitasi layak, dan pengelolaan limbah.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh desa di Bombana memahami betapa pentingnya menjaga kesehatan lingkungan. Akses air bersih dan sanitasi yang memadai adalah langkah awal yang dapat secara signifikan mencegah stunting,” ujar Asyhadi.

Dalam pertemuan tersebut, Dinas Kesehatan Sultra memaparkan data terkini yang menunjukkan bahwa lebih dari 30% kasus stunting di wilayah Sulawesi Tenggara disebabkan oleh sanitasi yang buruk dan keterbatasan akses air bersih. Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Sultra, dr. Muhammad Ridwan, M.Si, menjelaskan bahwa sanitasi yang buruk sering kali menyebabkan infeksi berulang pada anak, yang pada akhirnya mengganggu penyerapan nutrisi dan memicu stunting.

“Lingkungan yang sehat adalah kunci utama mencegah infeksi pada anak, yang berujung pada penyerapan nutrisi yang lebih baik. Oleh karena itu, sinergi antara Dinas PMD dan Dinas Kesehatan sangat penting untuk memadukan intervensi kesehatan lingkungan dan gizi masyarakat,” jelas Ridwan.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat mengenai sanitasi dan gizi. “Penanganan stunting harus menjadi tanggung jawab bersama. Sanitasi yang buruk bukan hanya menjadi persoalan satu keluarga, tetapi komunitas secara keseluruhan harus terlibat dalam menciptakan lingkungan yang sehat,” tambahnya.

Fokus pada Intervensi Berbasis Data

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi DPMD Bombana untuk merancang program intervensi yang lebih terarah. Data dan rekomendasi dari Dinas Kesehatan Sultra akan menjadi acuan dalam menyusun langkah-langkah strategis yang tidak hanya fokus pada aspek gizi, tetapi juga pada kesehatan lingkungan.

Hasil konsultasi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Bombana. Dinas PMD Bombana berencana meningkatkan kampanye edukasi di desa-desa mengenai sanitasi dan air bersih, melibatkan kader kesehatan desa, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan dalam upaya pencegahan stunting.

“Kami percaya bahwa dengan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak terkait, kita bisa mempercepat penurunan angka stunting di Bombana. Langkah ini bukan hanya tentang data, tetapi juga tentang menyelamatkan generasi penerus dari ancaman kesehatan jangka panjang,” tutup Asyhadi.

Langkah Strategis Menuju Generasi Sehat

Dengan kondisi geografis dan sosial Bombana yang unik, tantangan dalam menekan angka stunting cukup besar. Namun, dengan pendekatan berbasis data dan intervensi kesehatan lingkungan yang masif, harapan akan generasi yang lebih sehat dan cerdas semakin nyata.

Rakornis ini menjadi bagian dari langkah strategis Kabupaten Bombana untuk mencapai target nasional penurunan stunting. Melalui kerja sama yang erat antara DPMD dan Dinkes Sultra, Bombana diharapkan dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam upaya pencegahan stunting di Sulawesi Tenggara.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »