Bombana – Dalam rangka mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bombana menggelar program inovatif bertajuk Jebol Anduk (Jemput Bola Administrasi Kependudukan) di Kecamatan Lantari Jaya. Kegiatan ini difokuskan pada perekaman KTP Elektronik (KTP El) bagi pemilih pemula, khususnya siswa-siswa sekolah menengah atas dan sederajat. Selasa (1/10/2024)
Dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk, Anshar, S.Pd, beserta tim, program ini berhasil menjaring 32 siswa untuk melakukan perekaman KTP El. Kegiatan yang berlangsung di salah satu sekolah di kecamatan tersebut diterima dengan antusias oleh masyarakat, termasuk Ketua PPK Lantari Jaya, Bapak Dwi Boby Hertanto, yang menyambut baik inisiatif ini.
Meningkatkan Akses dan Kesadaran Pemilih Pemula
Kabid Pendaftaran Penduduk, Anshar, menyatakan bahwa program Jebol Anduk merupakan wujud nyata komitmen Disdukcapil dalam mempermudah masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan.
“Kegiatan ini merupakan upaya kami mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya pemilih pemula. Dengan langsung hadir di sekolah-sekolah, kami ingin memastikan mereka memiliki KTP El sehingga bisa menggunakan hak pilih mereka pada Pemilu mendatang,” jelas Anshar.
Ia juga menambahkan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi juga meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya peran mereka dalam proses demokrasi.
Dukungan Penuh dari Pihak Kecamatan dan Sekolah
Ketua PPK Lantari Jaya, Dwi Boby Hertanto, mengapresiasi langkah Disdukcapil yang proaktif mendukung pelaksanaan administrasi kependudukan melalui program ini.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran tim Jebol Anduk. Program ini sangat membantu para siswa, tidak hanya dalam mendapatkan KTP El, tetapi juga dalam memahami pentingnya identitas resmi sebelum memasuki dunia pemilih,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak sekolah yang menjadi lokasi kegiatan juga menyatakan dukungannya. Para siswa yang mengikuti perekaman menyambut positif program ini, mengingat pentingnya memiliki KTP El sebagai syarat utama dalam menggunakan hak pilih di Pemilu mendatang.
Antusiasme Siswa dan Harapan Masa Depan
Sebanyak 32 siswa yang berhasil melakukan perekaman KTP El menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Dengan proses yang cepat dan lancar, mereka merasa terbantu dan termotivasi untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2024.
“Saya merasa senang bisa melakukan perekaman KTP El tanpa harus pergi ke kantor Disdukcapil. Program ini sangat membantu kami sebagai siswa yang baru memasuki usia pemilih,” ujar salah satu siswa peserta.
Langkah Berkelanjutan untuk Administrasi Kependudukan yang Lebih Baik
Ke depan, Disdukcapil berencana memperluas jangkauan program ini ke sekolah-sekolah lainnya di wilayah Kabupaten Bombana, guna memastikan seluruh pemilih pemula memiliki identitas yang sah sebelum Pemilu.
“Kami ingin program Jebol Anduk menjadi solusi untuk mempermudah masyarakat, terutama di daerah yang jauh dari pusat layanan. Harapannya, dengan identitas resmi yang dimiliki, masyarakat dapat lebih mudah mengakses berbagai layanan publik,” tutur Anshar.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program ini dengan aktif mengikuti kegiatan yang digelar oleh Disdukcapil. “Kami akan terus hadir mendekatkan layanan kepada masyarakat dan memastikan semua orang memiliki dokumen kependudukan yang valid,” tambahnya.
Model Pelayanan Jemput Bola yang Menginspirasi
Program Jebol Anduk yang dilaksanakan di Kecamatan Lantari Jaya menjadi model pelayanan yang inspiratif, terutama dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula. Dengan pendekatan jemput bola, Disdukcapil Bombana berhasil menjembatani kebutuhan administrasi kependudukan yang seringkali menjadi kendala bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta kesadaran yang lebih luas di kalangan generasi muda akan pentingnya identitas resmi dan peran mereka dalam membangun masa depan bangsa melalui proses demokrasi. Program ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat dapat membawa dampak nyata yang positif bagi kehidupan bersama.
![]()











