Daerah  

Mahasiswa Bombana Desak Perubahan, Ancam Aksi Lebih Besar

Perspektifmedia.id || Bombana – Puluhan mahasiswa Politeknik Bombana mendesak perbaikan mendesak terkait pengelolaan kampus yang dinilai tidak transparan dan merugikan civitas akademika. Aksi protes digelar hari ini setelah sejumlah tuntutan, termasuk pembayaran hak tenaga pendidik dan perbaikan infrastruktur, diabaikan pihak kampus. Kamis 27 Maret 2025

Mahasiswa menilai kondisi kampus telah mencapai titik kritis. Dalam pernyataan sikap, mereka menuntut pembayaran gaji serta tunjangan dosen dan staf yang tertunda, pengambilalihan pengelolaan oleh Pemerintah Daerah Bombana.

“Pendidikan berkualitas mustahil tercapai jika dosen dan staf tidak diberi hak mereka. Mahasiswa akhirnya menjadi korban,” tegas Jendral Lapangan Wiranto, Koordinator Aksi.

Desakan juga ditujukan kepada Pembina Yayasan untuk mundur jika tidak mampu mengambil langkah konkret. Muh. Rabil Tasabih, Koordinator Lapangan, menegaskan, “Kampus butuh pemimpin yang bekerja, bukan sekadar mengisi jabatan tanpa solusi.”

Menanggapi aksi tersebut, Wakil Direktur II Politeknik Bombana, Herman Tajuddin, menyatakan pihaknya menghormati aspirasi mahasiswa.

“Tujuan mereka baik, tetapi karena kehadiran saya tidak diinginkan dalam dialog, saya belum bisa memberikan tanggapan lebih lanjut,” ujarnya.

Jika tuntutan tidak dipenuhi dalam waktu dekat, mahasiswa mengancam akan menggelar aksi lebih besar. Andi Amil menambahkan, “Kami tidak akan diam. Pendidikan adalah hak dasar, dan kami siap memperjuangkannya.”

Pewarta Abdul Muis

Editor Redaksi

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »