Daerah  

Menabur Benih Hari Ini, Menuai Harapan Esok: Bombana dan Semangat LTT untuk Ketahanan Pangan

Perspektifmedia.id || Kendari  – Di balik gemericik hujan yang mulai mereda, petani di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), bersiap menebar benih padi di lahan sawah yang mulai tergarap. Semangat itu selaras dengan agenda Rapat Koordinasi Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) yang digelar Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra, Kamis 27 Februari 2025, sebagai upaya mengukuhkan daerah ini sebagai lumbung pangan nasional.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) Bombana, Hasbi, SP. M.M., bersama jajaran turut memantau rapat hybrid (daring dan luring) tersebut. Agenda dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Yudi Sastro, S.P., M.P., dengan melibatkan seluruh kepala dinas pertanian se-Sultra, TNI, serta stakeholder terkait.

“Ini momentum krusial. Setiap detik yang terlewat bisa berpengaruh pada target tanam dan panen ke depan,” tegas Yudi Sastro dalam arahan yang disampaikan secara virtual.

Ia meminta seluruh daerah memaksimalkan alat mesin pertanian (alsintan), memastikan ketersediaan sarana produksi (saprodi), serta mempercepat perluasan lahan tanam padi, khususnya di bulan Maret. “Kita tak hanya mengejar angka, tetapi juga memastikan petani sejahtera dan piring rakyat tak kosong,” tambahnya.

Data yang diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Dr. La Ode Muhammad Rusdin Jaya, S.Ip., M.Si., menunjukkan progres menggembirakan: realisasi LTT Februari mencapai 92% atau 27.837 hektare (Ha) dari target 30.047 Ha. “Kami apresiasi kerja keras kabupaten/kota, termasuk Bombana, yang menjadi salah satu lokomotif LTT di Sultra,” ujarnya.

Sebagai kabupaten dengan potensi lahan subur, Bombana mendapat sorotan khusus. Distan setempat mengaku telah menyiapkan strategi percepatan, termasuk pendampingan teknis pada petani, distribusi benih unggul, dan optimalisasi smart farming berbasis teknologi. “Kami tak ingin ada lahan terlantar. Setiap jengkal tanah harus produktif demi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan,” jelas perwakilan Distan Bombana dalam sesi diskusi.

Program LTT Sultra 2025 menargetkan perluasan tanam padi 65.000 Ha hingga Juni mendatang. Angka ini tak sekadar kalkulasi administratif, melainkan ikhtiar kolektif untuk mengantisipasi dampak El Niño dan krisis pangan global. Di Bombana, upaya ini diperkuat dengan kolaborasi TNI-Polri yang membantu membuka akses lahan dan infrastruktur irigasi.

Pewarta Abdul Muis

Editor Redaksi

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »