Bombana – Sesosok mayat laki-laki ditemukan terapung di permukaan laut wilayah Kelurahan Boepinang Barat, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, pada Sabtu pagi. Korban diidentifikasi bernama Rustam (41), warga Kelurahan Kastarib, yang sehari-hari bekerja sebagai petani sekaligus nelayan tradisional. Penemuan ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.00 Wita.
Korban pertama kali ditemukan oleh Doyo (20), seorang nelayan yang baru pulang mencari gurita. “Saya melihat jerigen putih mengapung. Saat saya dekati, ternyata ada sesosok mayat di bawahnya, tenggelam sekitar satu siku orang dewasa sambil memegang ikatan jerigen itu,” ujar Doyo. Sabtu, 4 April 2026
Doyo segera naik ke permukaan dan memberitahu Herdi (35) dan Justang (42), sesama nelayan di sekitar lokasi. Ketiganya lalu kembali ke laut untuk mengevakuasi jasad korban ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Boepinang Barat. Najir (54), nelayan lain yang ikut membantu, kemudian menghubungi Polsek Poleang.
Kapolsek Poleang, Iptu Sudirman, S.H., langsung memimpin tim ke TPI dan membawa jenazah ke Puskesmas Poleang untuk pemeriksaan awal. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) memperkirakan korban sedang menyuluh ikan seorang diri, lalu terseret arus dan tenggelam. Pemeriksaan medis di puskesmas menemukan luka pada pelipis kanan dan luka lecet di siku kanan korban.
Keluarga korban menerima musibah ini dengan ikhlas. “Kami menganggap ini musibah. Kami ikhlas dan akan segera memakamkan almarhum di Desa Rakadua hari ini,” kata salah satu keluarga yang enggan disebut namanya. Pihak keluarga juga bersedia membuat surat pernyataan serta menandatangani berita acara penolakan autopsi.
Polisi telah mengamankan TKP, meminta keterangan saksi dan keluarga, serta menyusun laporan tuntas peristiwa penemuan mayat. Menurut catatan kepolisian, korban diketahui kerap melaut seorang diri pada malam hari. Jenazah direncanakan dimakamkan di Desa Rakadua, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, pada Sabtu sore ini. (Red)
![]()











