Bombana – Anggota DPRD Bombana sekaligus Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kabupaten Bombana, Yudi Utama Arsyad, melakukan konsultasi dengan Sekretaris Daerah Bombana terkait kondisi jembatan di Desa Tampabulu, Kecamatan Poleang Utara, yang kian memprihatinkan. Pemerintah daerah menyiapkan penanganan sementara berupa kayu papan roda untuk mengganti papan yang sudah lapuk dan patah. Kamis, 2 April 2026.
Yudi Utama Arsyad menjelaskan, jembatan bentangan sepanjang 80 meter di atas wilayah sungai itu nyaris tidak bisa digunakan lagi jika dibiarkan tanpa penanganan. Akses warga Poleang Utara menjadi lebih jauh karena harus memutar jika jembatan ambruk total.
“Jembatan ini nyaris tidak bisa digunakan lagi jika tidak segera ditangani. Papan rodanya sudah lapuk, patah-patah, dan rusak parah,” ujar Yudi yang juga Ketua DPC Partai Bulan Bintang Bombana itu kepada wartawan.
Sebagai langkah darurat, Sekretaris Daerah Bombana, Ir. Shayrun, S.T., M.P.W.K, langsung menyiapkan kayu papan roda baru. Penggantian papan rusak akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Kami sudah siapkan kayu papan roda untuk mengganti sementara. Karena jika dibiarkan, jembatan itu nyaris tidak bisa dipakai dan akses warga menjadi jauh memutar,” kata Shayrun.
Kepala Desa Tampabulu, Thamrin, membenarkan kondisi jembatan di wilayahnya sudah sangat memprihatinkan. Ia bersyukur pemerintah kabupaten cepat merespons.
“Kami warga sangat khawatir. Papan jembatan sudah banyak yang patah. Semoga papan roda baru segera terpasang agar aktivitas kami tidak terganggu,” ujar Thamrin.
Yudi mengungkapkan, pemerintah daerah sudah menyodorkan proposal usulan lengkap dengan desain jembatan ke Balai Pengawasan Jalan Nasional (BPJN). Namun, banyak warga bertanya mengapa anggaran perbaikan tidak bersumber dari pemerintah daerah.
“Tentunya kita harus mengetahui bahwa akses ini adalah kewenangan balai atau Kementerian Pekerjaan Umum RI. Estimasi anggarannya di atas Rp50 miliar,” jelas politisi Partai Bulan Bintang itu.
Angka itu jauh melampaui kemampuan keuangan daerah. Karena itu, pemerintah kabupaten hanya bisa mengusulkan dan berharap agar proyek ini masuk skala prioritas nasional.
Atas nama perwakilan rakyat di DPRD bersama pemerintah daerah yang dipimpin Bupati Bombana Ir Burhanuddin M.Si dan Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, Yudi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Kami faham ini adalah kebutuhan kita, kebutuhan masyarakat Poleang Utara secara menyeluruh, juga masyarakat Kabupaten Bombana,” kata Yudi.
Ia berharap usulan pemerintah daerah mendapat perengkingan sehingga pembangunan jembatan permanen bisa dikerjakan secepatnya.
“Doakan agar usulan pemerintah daerah mendapat perengkingan, agar bisa dikerjakan secepatnya. Amin,” ucapnya.
Sekda Shayrun menambahkan, penanganan sementara dengan papan roda dijadwalkan rampung dalam pekan ini. Pemerintah desa, kabupaten, dan DPRD terus berkoordinasi agar akses warga tidak terputus.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada jadwal pasti dimulainya pembangunan jembatan permanen. Namun, kerja sama semua pihak tetap dijaga untuk menyelesaikan masalah infrastruktur secara bertahap.
Pewarta: Mayon Susanto
Editor: Redaksi
![]()











