Daerah  

PB Sri Ayu Bombana Jalani Audit Sertifikasi SNI Benih Padi Inbrida

Bombana, 20 November 2024 – Dalam rangka meningkatkan kualitas produk benih padi lokal, Penangkar Benih (PB) Sri Ayu di Desa Toburi, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, menjalani audit sertifikasi sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 6233-2015 tentang benih padi inbrida. Audit ini dilaksanakan oleh PT Multicert Global Indonesia (MGI), selaku Lembaga Sertifikasi Produk (LS-Pro), dengan didampingi oleh Balai Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Sulawesi Tenggara.

Kegiatan audit ini merupakan bagian dari program Pendampingan dan Pengujian Penerapan Standar Instrumen Pertanian yang digagas BSIP Sultra. Audit dibuka oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Harno, SKM., M.Kes., yang memberikan apresiasi kepada PB Sri Ayu atas komitmen mereka menerapkan standar nasional.

“Langkah PB Sri Ayu untuk mengikuti sertifikasi SNI ini sangat penting dalam upaya meningkatkan mutu produk lokal, sehingga bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Harno dalam sambutannya.

Tahapan dan Fokus Audit
Audit eksternal dilakukan dalam dua tahap, yakni pemeriksaan lapangan dan pemeriksaan dokumen. Tim auditor yang dipimpin oleh Novian Eka Muslim Putra dan didampingi Mutiara Sirait, menilai berbagai aspek, mulai dari kelengkapan dokumen, pengelolaan bahan baku, proses produksi, hingga strategi pemasaran. Selain itu, dilakukan juga pengambilan sampel benih dari lini produksi untuk diuji di laboratorium sesuai parameter SNI 6233-2015.

Novian menjelaskan bahwa audit bertujuan untuk memastikan seluruh proses produksi PB Sri Ayu telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. “Kami di sini sebagai mitra untuk membantu penangkar memastikan bahwa apa yang mereka lakukan sudah sesuai dengan standar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, maka kami akan memberikan rekomendasi perbaikan,” ujarnya.

Dalam proses audit, setiap ketidaksesuaian yang ditemukan dicatat dan dilaporkan kepada PB Sri Ayu untuk ditindaklanjuti. Apabila semua perbaikan telah terpenuhi, maka Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) akan diterbitkan, dan produk PB Sri Ayu dapat mencantumkan label SNI pada kemasan benihnya.

Antusiasme Penangkar dan Dukungan Pendamping
Ketua Kelompok PB Sri Ayu, Usman Yudistira, menyatakan kesiapannya untuk diaudit. Ia berharap melalui proses ini, kelompoknya dapat meningkatkan kualitas produk secara berkelanjutan. “Kami siap menjalani audit ini dan berkomitmen untuk melakukan perbaikan sesuai dengan standar. Sertifikasi ini penting bagi kami agar produk kami lebih terpercaya dan mampu bersaing,” ungkap Usman.

Sementara itu, Dian Rahmawati, S.Si., M.Sc., selaku penanggung jawab pendampingan dari BSIP Sultra, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung para penangkar benih dalam menerapkan standar yang tepat. “Kami mendampingi PB Sri Ayu agar proses sertifikasi ini berjalan lancar dan sesuai dengan harapan. Standarisasi adalah kunci untuk meningkatkan daya saing produk,” tutur Dian.

Hasil dan Harapan ke Depan
Proses audit ditutup dengan diskusi antara tim auditor dan PB Sri Ayu. Dalam kesempatan tersebut, tim penangkar diberikan ruang untuk memberikan tanggapan atau mengajukan pertanyaan terkait hasil audit. Tim auditor menyampaikan temuan serta rekomendasi yang harus diperbaiki oleh PB Sri Ayu untuk mendapatkan sertifikasi penuh.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat dari Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, antara lain Kepala Bidang Penyuluhan Hasriani Husain, SP., Koordinator Jabatan Fungsional Abd Hafid, S.Si., Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPTD) Heriani, SP., M.Si., Subkoordinator Pengawas Benih Ruslan, SP., M.AP., dan Subkoordinator Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ade Lukman, SP., MM.

Melalui sertifikasi ini, PB Sri Ayu diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas dan kepercayaan konsumen terhadap produk benih padi lokal. “Kami ingin menjadikan sertifikasi SNI ini sebagai langkah awal untuk membawa produk PB Sri Ayu ke pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional,” kata Harno menutup kegiatan.

Dengan pendampingan BSIP Sultra dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, proses sertifikasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi penangkar benih lainnya di Bombana untuk berkomitmen terhadap penerapan standar nasional, demi meningkatkan mutu produk pertanian lokal dan daya saing di pasar global.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »