Perspektifmedia,id || Bombana – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (Call Center) 112, Selasa 11 November 2025. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring via Zoom Meeting dari Aula Rapat Diskominfos ini bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi guna mewujudkan layanan darurat yang terintegrasi.
FGD ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, didampingi Kepala Diskominfos, perwakilan TNI-Polri, Ditjen Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Trada 112, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ahmad Yani menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan layanan yang responsif bagi masyarakat.
“Layanan ini bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang kecepatan, koordinasi, dan rasa aman yang harus dirasakan oleh setiap warga,” ujarnya. Ia menekankan, Call Center 112 adalah simbol nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dalam situasi darurat.
Layanan 112 dirancang untuk mempermudah masyarakat mengingat nomor darurat tunggal, mempercepat pencegahan keadaan darurat, dan mempermudah koordinasi antarinstansi. Untuk memastikan efektivitasnya, Yani menekankan pentingnya sinergi antara Diskominfos sebagai penyedia sistem dengan instansi teknis di lapangan.
Wakil Bupati juga menyelaraskan program ini dengan arahan nasional. “Sejalan dengan Arah Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, tentang percepatan transformasi digital dan peningkatan layanan publik, maka Call Center 112 di Bombana harus kita wujudkan sebagai layanan yang efisien, transparan, dan tabel,” tambahnya.
Ditargetkan, Layanan 112 dapat dioperasikan dan diluncurkan secara resmi pada puncak peringatan HUT ke-22 Kabupaten Bombana, 18 Desember 2025 mendatang. Sebagai tindak lanjut FGD, verifikasi layanan oleh Kementerian Komdigi dan pemaparan persiapan teknis telah dilaksanakan pada Rabu (12/11/2025) untuk mempercepat realisasi program ini. Pemerintah berharap, melalui langkah strategis ini, terwujud layanan panggilan darurat terpadu yang mampu meningkatkan kecepatan respon, efektivitas penanganan bencana, serta keamanan masyarakat.
![]()











