Pemerintah Desa Mawar, Kecamatan Mata Oleo, Bombana, menggelar Rapat Penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) di Balai Desa setempat pada Senin, 11 Maret 2025.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Camat Mata Oleo Muh. Kamaruddin (mewakili Camat), Ketua BPD Aslan beserta anggota, perangkat desa, dan perwakilan masyarakat.
Kepala Desa Mawar, Arman Karia, menegaskan alokasi dana desa (DD) sebesar Rp709,1 juta ditambah alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp620 juta akan difokuskan pada program sesuai hasil musyawarah RKPDES 20 Januari 2025.
“Tidak ada kegiatan yang melenceng, hanya terjadi efisiensi dan peralihan anggaran,” ujarnya. Salah satu perubahan signifikan adalah pengalihan anggaran ketahanan pangan senilai Rp142 juta ke Badan Usaha Milik Desa (BumDes).
Akibat efisiensi ini, bantuan untuk masyarakat mengalami penyesuaian: kapal nelayan berkurang dari 7 menjadi 5 unit, rumah dari 8 menjadi 5 unit, serta gentong air dari 83 ke 75 buah. Namun, Arman memastikan tidak ada bantuan yang dihilangkan.
“Kekurangan kapal nelayan 2 unit dan rumah 3 unit akan ditutup oleh anggaran kabupaten melalui Dinas Perikanan dan Dinas Perumahan,” jelasnya.
Sekretaris Camat Mata Oleo, Muh. Kamaruddin, mengingatkan pentingnya penyaluran anggaran sesuai regulasi. “Jika tidak, kita bisa salah alokasi. Penerima bantuan harus dipastikan adil, tidak ada yang menerima ganda atau belum dapat sama sekali,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi kinerja Arman dalam menyalurkan bantuan secara merata meski anggaran terbatas, tanpa memicu konflik seperti di desa lain.
Terkait pengelolaan BumDes, Arman menyatakan pembahasan akan dimulai usai Lebaran, menunggu arahan Bupati dan rapat koordinasi. Sementara untuk bantuan rumah, pemerintah desa dan kabupaten masih berkoordinasi menghindari tumpang tindih.
“Jika 17 unit rumah dari kabupaten jelas realisasinya, bantuan 5 unit dari desa akan dibatalkan. Jika tidak, kami tetap lanjutkan,” pungkasnya.
Pewarta Abdul Muis
Editor Redaksi
![]()











